Airin Bicara Soal Kapan Sekolah pada Tangerang Selatan Dibuka

Airin Bicara Soal Kapan Sekolah pada Tangerang Selatan Dibuka

JawaPos. com – Proses pembelajaran tatap muka pada wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum bisa dilakukan dalam depan. Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan harus menunggu peristiwa Covid-19 landai terlebih dahulu.

Keterangan tersebut dia sampaikan saat menghadiri acara Dies Natalis ke-36 Universitas Terbuka (UT) belum lama ini. ’’(Soal pembelajaran tatap muka, Red) Mau tidak suka kita harus melandaikan dahulu, ’’ tuturnya.

Di level hulu mengintensifkan sosialisasi kedisiplinan asosiasi untuk menerapkan protokol kesehatan. Semacam disiplin menjaga jarak, menggunakan kedok, cuci tangan, menjaga imunitas, serta konsumsi makanan yang sehat.

Sementara itu, yang terjadi saat ini justru ada pengembangan kasus Covid-19 di wilayahnya. Tetapi Airin mengatakan kasus baru dengan muncul lebih banyak orang tanpa gejala (OTG) dan sembuh secara sendirinya.

Airin menjelaskan sudah menugaskan Dinas Pendidikan Kota Tangsel untuk mempersiapkan sekolah buat memulai adaptasi kebiasaan baru pada tengah pandemi Covid-19. Sehingga belakang ketika ada keputusan boleh madrasah tatap muka, sekolah sudah siap.

Menurut dia dibanding aspek jaringan internet, pembelajaran renggang jauh di masa pandemi pada wilayahnya relatif berjalan lancar. Pokok akses internet tersedia dengan lulus. Hanya saja yang menjadi potensi masalah adalah biaya untuk mengambil pulsa. Apalagi kondisi ekonomi era ini masih tertekan pandemi Covid-19.

’’Sekarang kami menggambarkan apakah ada masyarakat yang perlu kuota internet, ’’ paparnya. Tercatat juga apakah ada orang sampai umur siswa yang membutuhkan perangkat telepon atau gadget untuk pembelajaran tenggang jauh.

Selain itu Airin mengatakan di tengah berlangsungnya pembelajaran jarak jauh, kedisiplinan anak terus ditegakkan. Misalnya mulai pelaksanaan kelas virtual sama seperti bagian pada umumnya. Yakni mulai pukul 07. 00 pagi. Kemudian anak juga diminta untuk menggunakan sewarna.

Rektor Universitas Terkuak (UT) Ojat Darojat siap berangkulan dengan Pemkot Tangsel untuk melakukan PJJ. Di antaranya adalah ROMAN menawarkan konsep ujian dengan penjagaan otomatis atau online proctoring. Secara sistem ini siswa meskipun ujian secara online, tetap bisa dipelihara kejujurannya. Siswa tidak bisa meniru karena diawasi dari ponsel dengan digunakan.