AS Kecam Tiongkok yang Sengaja Kurangi Partisipasi Politik Hongkong

AS Kecam Tiongkok yang Sengaja Kurangi Partisipasi Politik Hongkong

JawaPos. com – Amerika Serikat mengecam membengkil langkah Tiongkok untuk menekan partisipasi dan perwakilan kebijakan di Hongkong. AS serupa sangat prihatin dengan penundaan kedua kalinya pemilihan Badan Legislatif Hongkong.

“Kami sangat prihatin dengan perubahan pada sistem penetapan Hongkong yang bertentangan dengan keinginan rakyat di Hongkong dan menyangkal suara masyarakat Hongkong dalam pemerintahan (otonomi) mereka sendiri, ” cakap juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang tak mau disebutkan namanya kaya dilansir Reuters.

Perombakan besar-besaran sistem pemilu Hongkong akan secara tajam mengekang para perwakilan yang demokratis karena pihak berwenang berusaha memastikan para perwakilan yang patriot menguasai pranata legislatif di pusat keuangan global tersebut.

Langkah-langkah tersebut merupakan periode dari upaya Tiongkok untuk mengkonsolidasikan cengkeramannya yang semakin otoriter di Hongkong menyusul pemberlakuan undang-undang keamanan nasional pada Juni tahun berarakan. Oleh para kritikus tersebut dianggap sebagai alat untuk menghancurkan perbedaan pendapat.

Inggris mengatakan modifikasi pemilu Hongkong itu melanggar Deklarasi Bersama 1984 dengan ditandatangani oleh Perdana Menteri Tiongkok Zhao Ziyang serta Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher bahwa otonomi Hongkong dijamin di bawah perjanjian “Satu negara, dua sistem”.

Juru kata Deplu AS tersebut mengucapkan Tiongkok harus menjunjung agung kewajiban internasionalnya di lembah Deklarasi Bersama itu.

Sementara itu, Besar Eksekutif Hongkong Carrie Sundal mengatakan perubahan itu mau diserahkan ke Dewan Legislatif Hongkong pada pertengahan April dan dia memperkirakan mutasi itu akan disahkan di dalam akhir Mei. Lam menyebutkan bahwa pemilihan Dewan Legislatif Hongkong, yang sudah ditunda hingga September dengan dasar pandemi Covid-19, akan diadakan pada Desember tahun tersebut.

“Kami betul prihatin dengan penundaan penetapan Dewan Legislatif pada September untuk kedua kalinya, ” kata juru bicara GANDAR tersebut.

Amerika Serikat telah menjatuhkan hukuman kepada sejumlah pejabat Tiongkok atas tindakan keras terhadap kegiatan demokrasi di Hongkong dan mengumumkan penghentian ekonomi khusus yang telah periode dinikmati Hongkong di bawah hukum AS.