Bani Usaha Wilmar International Digugat Founder Lumbung Padi Nusantara

Bani Usaha Wilmar International Digugat Founder Lumbung Padi Nusantara

JawaPos. com – PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI) dan PT Natura Wahana Gemilang (NWG) yang merupakan anak perusahaan sebab Wilmar International Ltd., Singapura digugat oleh Farma International Pte. Ltd. ke Meja hijau Negeri Jakarta Pusat. Gugatan terkait dengan kasus dugaan pengambilalihan saham PT Lumbung Padi Indonesia (LPI) dengan tidak sah dan melawan hukum.

Selain Farma International, gugatan perdata tersebut juga diajukan sebab wanita pengusaha Indonesia Fara Luwia, yang juga menjelma pemegang 100 persen saham Farma International Pte. Ltd, yang berkedudukan di Singapura. Dalam berkas gugatannya, selain PT SNI sebagai tergugat I dan PT NWG sebagai tergugat II, juga terdapat PT Lumbung Pari Indonesia sebagai turut tergugat.

Tergugat yang disebut terakhir merupakan perusahaan pengolahan padi dan beras modern terpadu yang dibangun Fara Luwia di Mojokerto, Jawa Timur, pada 2009. Di PT Lumbung Padi Indonesia (LPI), Fara Luwia melalui Farma International, ialah pemegang saham mayoritas.

Kuasa hukum Fara Luwia dan Farma International Melky Pranata Koedoeboen membaca, gugatan perdata tersebut terpaksa ditempuh karena PT SNI dan dua tergugat lain diduga telah melakukan perangai melawan hukum dengan menciptakan utang-utang yang harus ditanggung kliennya dengan tujuan mengambil alih saham PT Kembung Padi Indonesia.

“Para tergugat tanpa iman yang baik mengambil alih 100 persen saham PT Lumbung Padi Indonesia secara cara menciptakan utang had ratusan miliar untuk menyingkirkan klien kami dari kongsi itu, ” ujarnya di keterangannya, Sabtu (27/3).

Secara rinci, Melky memaparkan kasus tersebut berasal ketika pada 2017 PT LPI mengalami kesulitan memenuhi utang kepada sejumlah kreditur yakni Maybank, Mattsteph Holding, Emerging Asia Capital Partners (EACP) dan TAEL Group. Keseluruhan nilai utang tersebut mencapai sekitar Rp 286, 8 miliar.