Bawaslu Jember Catat Temuan Kasus Di dalam Rapat Pleno Rekapitulasi

Bawaslu Jember Catat Temuan Kasus Di dalam Rapat Pleno Rekapitulasi

JawaPos. com –Bawaslu Kabupaten Jember mencatat beberapa kasus temuan yang menjadi perhatian khusus yang terungkap dalam Rapat Pleno Terkuak Rekapitulasi Penghitungan dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara Pilkada Jember di dalam 16–17 Desember.

”Selama dua hari rapat pleno terbuka rekapitulasi, ada beberapa hal dengan menjadi perhatian khusus baik yang terjadi mulai tingkat TPS, desa, hingga kecamatan, yang berawal lantaran keberatan saksi di tingkat kecamatan yang belum tuntas, ” sebutan Komisioner Bawaslu Jember Devi Orang suci Rahim saat skorsing rapat pleno rekapitulasi di Hotel Luminor Jember, Jawa Timur, Kamis (17/12) suangi.

Dia mencontohkan, temuan kasus di Kecamatan Bangsalsari yaitu ada pemilih yang menyalurkan sah pilihnya dengan menggunakan surat undangan atau C-6 orang lain yang diungkap saksi pasangan calon. Sehingga, hal itu menjadi perhatian khusus yang dicatat Bawaslu Jember.

”Sedangkan di Kecamatan Menuntaskan, ada keberatan saksi pasangan bahan yang menduga bahwa daftar muncul di salah satu TPS ditandatangani KPPS. Sehingga ada pemalsuan bukti tangan. Hal itu juga terjadi di tiga TPS di Kecamatan Tanggul, ” ucap Devi Aulia Rahim, Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Jember itu.

Menurut tempat, temuan yang disampaikan saksi bagian calon yang hadir dalam kerap pleno tersebut dikroscek dengan informasi Bawaslu dan hasilnya memang ada kesamaan. ”Untuk itu temuan tersebut akan ditindaklanjuti dan dikaji bertambah dalam lagi sesuai dengan mekanisme di Bawaslu. Sehingga, akan dikerjakan rapat pleno untuk menindaklanjuti kejadian itu, ” kata Devi Orang suci Rahim.

Temuan yang lain juga ada perbedaan daftar pemiih tetap (DPT) dan masalah administrasi yang tidak dilakukan pengelola pilkada sesuai dengan prosedur seolah-olah jumlah surat suara di TPS harus sesuai DPT ditambah basi surat suara 2, 5 komisi.

Devi menjelaskan, temuan yang menjadi catatan khusus tersebut belum bisa dijadikan dasar buat dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) meskipun menjadi temuan Bawaslu dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi suara.

”Mekanismenya laporan tersebut harusnya dilakukan ke PPK serta diteruskan ke KPU setelah dua hari setelah pemungutan suara. Pemungutan suara ulang bisa dilakukan suntuk empat hari setelah pemungutan perkataan pada 9 Desember, ” ujar Devi Aulia Rahim.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten yang digelar KPU Jember berjalan alot. Sebab, sebanyak saksi pasangan calon bupati serta wakil bupati menyampaikan protes terpaut mekanisme yang dinilai tidak serasi dengan prosedur dan aturan.

Rapat pleno rekapitulasi tersebut beberapa kali harus diskorsing, jadi pada Kamis pukul 23. 30 WIB rapat tersebut juga belum selesai dibacakan penetapan penghitungan hasil suara tiga pasangan calon peserta Pilkada Jember.

Pilkada Jember diikuti tiga pasangan calon yakni pasangan Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) dengan nomor runtut 1, pasangan Hendy Siswanto-M Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) dengan nomor urut 2, dan pasangan Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan) secara nomor urut 3.

Saksikan video menarik berikut ini: