Bermerek Raja Lele, Beras BPNT Gresik Berkutu

Bermerek Raja Lele, Beras BPNT Gresik Berkutu

JawaPos. com – Kasus perkiraan penyimpangan penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) kepada warga kurang dapat di masa pandemi Covid-19 alhasil menggelinding ke aparat penegak hukum. Senin (27/7) pejabat Dinas Baik (Dinsos) Gresik memenuhi pemanggilan Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gresik.

Tersedia tiga orang perwakilan dalam program BPNT yang memenuhi panggilan kepolisian tersebut. Yakni, Kabid Perlindungan serta Jaminan Sosial Dinsos Gresik Sulyono, Koordinator Daerah (Korda) BPNT Gresik Suwanto, serta seorang staf. Penelitian berlangsung tertutup. Hampir tiga tanda tiga orang itu berada pada ruang pemeriksaan. Sejak pukul 10. 45 hingga 13. 45.

Setelah pemeriksaan, mereka terang terburu-buru meninggalkan Ruang Idik II Unit Tipikor Polres Gresik. Tetapi, Suwanto bersedia memberikan keterangan sedikit kepada awak media. ”Seputar masukan dan regulasi saja. Kami serupa sampaikan berbagai kendala yang ada di lapangan, ” ungkapnya.

Suwanto menambahkan, pihaknya diminta untuk berkoordinasi dengan seluruh tim koordinasi (tikor) BPNT kecamatan. ”Dalam waktu dekat akan dilakukan penyerasian. Nanti kami informasikan kepada rekan-rekan, ” ujarnya sembari meninggalkan Mapolres Gresik.

Dihubungi secara terpisah, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Gresik Ipda I Ketut Raisa menjelaskan bahwa pihaknya terus menyimak berbagai regulasi tentang BPNT. ”Ya, masih tahap awal, masih ana pelajari berbagai keterangan yang disampaikan, ” jelasnya.

Apakah masih ada pihak lain dengan akan dipanggil? Ketut tidak mencuaikan. ”Yang pasti sudah menjadi atensi khusus sehingga masih terus ana kembangkan. Namun, belum bisa saya sampaikan sekarang, ” kata tempat.

Dia memastikan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut tuntas permasalahan BPNT di Kota Pudak. Mulai tingkat agen, supplier, hingga pihak-pihak yang bertanggung jawab. ”Ditunggu selalu. Ada pimpinan kami yang lebih berhak menyampaikan perkembangannya. Yang terang, ini masih masuk tahap mula, ” pungkasnya.

Dalam pihak lain, akhirnya BPNT berangkat disalurkan kepada para keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Cerme. Padahal, di kecamatan itu, lazimnya BPNT didistribusikan pertengahan bulan. Berpedoman data yang didapat Jawa Pos, penyaluran bantuan sosial di daerah Kecamatan Cerme itu dijadwalkan hingga besok (29/7).

Tim Jawa Pos pun kembali mengunjungi salah seorang penerima bantuan tersebut yang berinisial JM. Dia menyambut dua paket BPNT. Sebab, perempuan tersebut merupakan KPM baru. Maka, ada rapelan bulan sebelumnya. Komoditas apa saja yang didapat? JM mendapat beras merek Raja Lele sebanyak 15 kg, telur 10 butir atau setengah kilogram, kentang seperempat kilogram yang berisi enam buah, sayur manisan sebanyak 2 buah, 1 kg jeruk, dan seperempat kilogram kacang hijau.

JM mengaku mengambil BPNT itu di balai desa setempat. Bukan di agen atau e-warong. Jawa Pos pun melihat karakter komoditas yang diterima. Beras dengan didapat terbilang kurang layak. Padi pecah-pecah. Parahnya, sejumlah kutu mungil dan besar bergerak-gerak dalam bandela beras yang masih tersegel tersebut. Jawa Pos pun mengambil tulisan. ”Ya begini. Sudah dikasih sungguh alhamdulillah. Tidak berani protes, khawatir nanti tidak diberi. Kalau berasnya ini ditempur (dijual di lepau, Red) paling Rp 8. 500 per kilogram, ” ucap perempuan paro baya itu.

Ketua Tim Koordinasi BPNT Kecamatan Cerme Dedi Hartadi ketika dimintai konfirmasi menyatakan, penyaluran BPNT pada wilayahnya akan berlangsung hingga Rabu (29/7). ”Ya, mulai hari itu (kemarin, Red) sampai Rabu, ” katanya.

Sebelumnya, sesudah dilakukan rapat evaluasi yang dipimpin langsung Kepala Dinsos Jatim Dr Alwi pekan lalu, diharapkan tersedia perubahan dalam penyaluran BPNT, tapi ternyata tetap saja. Pantauan distribusi di beberapa lokasi, sembako dikasih dalam bentuk paket. Selain itu, kualitasnya tidak premium. Padahal, bertemu ketentuan dari Kemensos, komoditas dengan diberikan kepada KPM harus betul layak.

Saksikan video menarik berikut ini: