Bunga Positif Covid-19 di Probolinggo Capai 40 Kasus Per Hari

Bunga Positif Covid-19 di Probolinggo Capai 40 Kasus Per Hari

JawaPos. com –Tambahan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mencapai 40 kasus per keadaan. Sehingga Kabupaten Probolinggo masih berkecukupan di zona merah atau risiko tinggi persebaran virus korona.

”Selasa (15/9) terdapat penambahan sebanyak 40 kasus. Sehingga, totalnya berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo hingga 15 September sudah mencapai 676 kasus, ” sirih Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Dewi Vironica laksana dilansir dari Jarang di Probolinggo.

Menurut dia penyumbang penggandaan kasus baru positif Covid-19 harian tertinggi berada di Kecamatan Kraksaan sebanyak tujuh kasus. Secara tertimbun ada 94 kasus di kian.

”Penambahan kasus segar harian tertinggi kedua terjadi dalam Kecamatan Pajarakan dan Dringu per sebanyak enam kasus. Total pada Kecamatan Pajarakan 42 kasus & Kecamatan Dringu 72 kasus, ” tutur Dewi Vironica.

Kemudian penyumbang penambahan kasus baru harian tertinggi ketiga berada pada Kecamatan Kotaanyar sebanyak empat kasus, sehingga secara kumulatif totalnya menyentuh 34 kasus.

”Saat ini, Kabupaten Probolinggo masuk di dalam zona merah karena dinilai memiliki tingkat risiko tinggi persebaran virus dan terdapat pasien Covid-19 pada jumlah cukup tinggi dalam sepekan terakhir, ” terang Dewi Vironica.

Berdasarkan data, jumlah warga Kabupaten Probolinggo yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 676 peristiwa dengan keterangan 144 kasus sedang dirawat dan menjalani isolasi, 497 kasus sembuh, serta 35 peristiwa meninggal dunia.

Menurut dia, Satgas Penanganan Covid-19 sudah membuat sejumlah kebijakan terkait kembalinya Kabupaten Probolinggo menjadi zona abang. Di antaranya meningkatkan peran promotif dan preventif seperti peningkatan sosialisasi masif, serta monitoring evaluasi kesibukan yang sudah terlaksana. Pihaknya pula memperkuat peran Patriot Sehat & meningkatkan kapasitas perawatan pada panti sakit rujukan Covid-19. Selain itu, pembentukan dan pengaktifan kembali satgas kecamatan sampai desa, pemberian hukuman sosial sampai administratif pada pelaku pelanggar protokol kesehatan, serta pemberlakuan kembali pembagian zona per kecamatan.

”Kami juga meningkatan pelacakan dan tes pada kelompok-kelompok yang berpotensi risiko transmisi. Peningkatan integrasi data serta hasil analisa data yang dapat diakses secara mudah oleh pemangku kebijakan, ” ujar Dewi Vironica.

Saksikan video menarik beserta ini: