Bupati Jember Kembalikan Honor Pemakaman Covid-19

Bupati Jember Kembalikan Honor Pemakaman Covid-19

JawaPos. com – Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya mengembalikan honor pemakaman pasien Covid-19 ke kas daerah. Meski demikian, dia mengatakan bahwa honor yang nominalnya Rp 100 ribu untuk tiap kesibukan pemakaman tersebut tidak mengabaikan aturan.

Dalam surat keputusan (SK) mengenai honor pemakaman itu, ada puluhan orang yang berperan. ”Saya sampaikan bahwa mengenai honor pemakaman itu betul. Bahwa kami punya tim pemakaman khusus Covid-19, ” kata Hendy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia juga menyuarakan posisinya sebagai pengarah. Sekda Jember penanggung jawab, besar BPBD sebagai ketua, serta sejumlah orang lain. Tim pemakaman sudah lama terbentuk. Begitu kursi bupati berganti, tim pemakaman diperbarui pada akhir Maret dengan lapisan tim baru. ”Kami melangsungkan kembali dari tim terlebih dahulu, ” ujar tumenggung yang menjabat sejak 26 Februari 2021 itu.

Seiring berjalannya periode, petugas pemakaman bekerja dengan susunan tim baru. Pertama sekitar empat hari semrawut, Bupati Hendy menerima honor sebagai pengarah dan kurang pejabat lain dengan posisi masing-masing. Hendy menerima Rp 70 juta terhitung sejak Juni. ”Saya tanya ke kepala BPBD (Moh. Djamil, Red), kok besar sekadar, ” ucap Hendy.

Selama masa pandemi tersebut, jumlah kegiatan pemakaman melonjak. Mekanisme honor yang dihitung adalah per kegiatan. Otomatis, dengan banyaknya kegiatan pemakaman, nominal honornya gembung. ”Loh, kok ini mulia sekali dan ini invalid tepat. Apalagi dengan kondisi seperti ini, ” jelasnya.

Pada suangi penerimaan honor itu, Hendy enggan menerimanya. Dia mau memberikannya kepada masyarakat dengan membutuhkan atau terdampak Covid-19. ”Saya tidak mau terima (honor, Red). Hak pribadi saya adalah gaji. Perolehan saja saya berikan (ke masyarakat, Red) kok. Kok saya menerima dari kekayaan pemakaman Covid-19 ini, ” ungkap Hendy.