Cegah Covid-19, 4. 011 Pendatang dalam Jawa Timur Jalani Karantina Ketat

Cegah Covid-19, 4. 011 Pendatang dalam Jawa Timur Jalani Karantina Ketat

JawaPos. com – Meski sudah ada larangan mudik serta kebijakan karantina hingga tingkat desa/kelurahan, arus perantau yang masuk di wilayah Jatim terus mengalir. Jumlah pendatang yang menjalani karantina juga melonjak pas drastis. Hingga kemarin, tercatat bertambah dari 4. 000 pendatang diisolasi. Mereka adalah para pendatang dari zona-zona merah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). Hasilnya sudah tampak. Beberapa pendatang terindikasi terjangkit Covid-19.

Ketua Tim Himpunan Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jatim Rumpun Tracing dr Kohar Hari Santoso mengatakan, karantina menjelma salah satu pintu utama pencegahan persebaran virus di daerah-daerah. ”Apa yang dilakukan warga sangat pasti. Ini bisa menekan persebaran tersebut, ’’ katanya Selasa (5/5).

Berdasar data GTPP Covid-19 Jatim, hingga kemarin, tercatat telah ada 4. 011 orang yang menjalani karantina di 526 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jatim. Mayoritas adalah para pendatang yang mendapat atensi istimewa. Terutama yang datang dari daerah zona merah seperti Jakarta, Surabaya, dan zona rawan lain. ’’Aturan tersebut juga diberlakukan untuk warga dari dalam provinsi yang mengakar zona merah, ’’ ungkapnya.

Selain itu, kata Kohar, mayoritas yang dikarantina saat itu adalah pendatang dari luar daerah. ”Tim di sekitar area karantina memantau perkembangan mereka, ” tuturnya. Seluruh pendatang menjalani protokol ketat. Mereka sudah menjalani rapid test. Meski hasilnya nonreaktif atau negatif, mereka tidak bisa langsung pulang ke tujuan masing-masing. Mereka status di tempat karantina selama 14 hari. ”Nanti menjalani tes tambahan hingga dinyatakan benar-benar aman. ”

Prosedur karantina di sejumlah daerah memang cukup selektif. Di wilayah Pasuruan atau Probolinggo, misalnya. Di sana sudah banyak pendatang yang harus diisolasi sendiri di ruang observasi tingkat tempat.

Bahkan, kabar terbaru, di wilayah Probolinggo, ada 60 orang pemudik yang berpotensi terjangkit Covid-19. Indikatornya, saat menjalani rapid test, mereka dinyatakan reaktif.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budy Yoelijanto mengatakan, 60 pemudik dengan reaktif telah diisolasi di panti pengawasan. ” Mereka telah dikarantina di tempat yang berbeda daripada pemudik lain, ” katanya.

Sementara itu, di Jember, tercatat ada 382 orang dengan menjalani karantina. Mayoritas adalah perantau dari berbagai daerah dan negeri. Warga Jember yang bekerja dalam Maladewa, Malaysia, dan Singapura pulang kampung. Mereka tinggal di tempat itu selama 14 hari. sudah memiliki ruang karantina.

Hingga kemarin, arus pemudik yang masuk ke wilayah Jatim sedang mengalir. Seperti di Pelabuhan Ketapang, penumpang dari Bali masih terus berdatangan.

Sekitar Karantina Pendatang di Jatim

  • Jumlah desa/kelurahan di Jawa Timur: 8. 516 desa/kelurahan
  • Sudah mempunyai ruang karantina: 7. 413 desa/kelurahan
  • Belum memiliki bagian karantina: 1. 103 desa/kelurahan
  • Sudah ditempati: 526 ruangan
  • Jumlah penghuni: 4. 011 orang