Cruella de Vil, Persaingan Baru Duo Antagonis

Cruella de Vil, Persaingan Baru Duo Antagonis

Disney kembali merilis film yang menelisik lebih dalam latar belakang tipu antagonis. Setelah Maleficent, kala ini Cruella de Vil, desainer nyentrik yang siap karakter villain dalam 101 Dalmatians (1996). Dalam film Cruella, masa lalunya tersibak.

—

SEBELUM   menjadi Cruella, namanya adalah Estella. Gadis asal London yang diperankan Emma Stone itu punya masa kecil yang mengandung. Dia kerap mengalami perundungan di sekolah karena tampil beda.

Berganti dewasa, Estella punya cita-cita jadi seorang desainer. Dibantu dua rekannya, Jasper (Joel Fry) dan Horace (Paul Hauser), mereka bertiga ”menyambung hidup” dengan mencopet. Seraya Estella tetap berusaha merintis karir di industri busana.

Estella lulus masuk ke sebuah department store ternama di London. Dengan cara yang ”cerdik” tentu saja. Suatu kala, desainer arogan Baroness von Hellman (Emma Thompson) tahu bakat Estella. Baroness langsung menarik Estella untuk menyala di rumah modenya.

Akhir bahagia? Tentu tidak. Karir Estella pada lini milik Baroness malah menjadi pemantik munculnya potret Cruella dalam dirinya. Ikatan atasan dan staf cepat berubah menjadi persaingan baru dua insan fashion.

Tiap kali ada acara gala yang dihadiri Baroness, Estella akan hadir dengan identitas Cruella: perempuan bergaun adibusana dengan dandanan tebal nan misterius. Baroness yang merasa tersaingi dan tak lagi dilirik tidak tahu bahwa rivalnya di panggung fashion London adalah salah satu staf andalannya.

Dalam jumpa pers virtual, Stone menjelaskan, Cruella mengeksplorasi sisi lain desainer yang membentuk karakternya. ”Dia jenius, kreatif, dan berusaha memecahkan penghalang buat mencapai impian. Cerita hidup ini lebih berkonsep nature versus nurture yang natural melawan yang buatan, ” papar Stone.