Desi Arryani dan Dua Bekas Pejabat Waskita Karya Dijebloskan ke Penjara

Desi Arryani dan Dua Bekas Pejabat Waskita Karya Dijebloskan ke Penjara

JawaPos. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan bekas Kepala Divisi III/Sipil/II Waskita Karya, Desi Arryani ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Status IIA Tangerang. Mantan Penasihat Utama Jasa Marga itu akan menjalani hukum pidana penjara selama 4 tarikh.

Desi terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebanyak Rp 3. 415. 000. 000 pada pelaksanaan subkontraktor fiktif di 41 proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

“Kamis, Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono telah melaksanakan putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 59/Pid. Sus/TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 26 April 2021 dengan Terpidana Desi Arryani dkk, ” kata pelaksana tugas (Plt) tukang bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (21/5).

Selain pidana penjara, Desi Arryani selalu dikenai kewajiban membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan semasa 2 bulan.

Desi Arryani juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembalasan uang pengganti sebesar Rp 3. 415. 000. 000, 00. Tetapi Desi sudah selesai melakukan pembayaran uang pengganti melalui rekening penghimpunan KPK.

Selain Desy, KPK juga mengeksekusi mantan Kepala Proyek & Kepala Bagian Pengendalian di Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman ke Lapas Kelas I Sukamiskin. Dia akan menjalani pidana penjara selama 6 tarikh dikurangi selama berada dalam tahanan.

Fakih Usman dinyatakan bersalah melangsungkan tindak pidana korupsi dengan bersama-sama dan juga dibebani membayar denda sebesar Rp200 juta. Apabila denda itu tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.

Selain itu, Fakih Usman serupa turut dijatuhi hukuman bunga berupa pembayaran uang pengganti yang dibebankan pada Benduan tersebut sebesar Rp 5. 970. 586. 037. Balasan tambahan itu harus dibayarkan selambat-lambatnya satu bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan patokan tetap.

“Jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang buat menutupi uang pengganti dimaksud dan apabila uang substitusi tidak dibayar maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun, ” ucap Ali.

Lalu, mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar akan dijebloskan ke Lapas Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 7 tarikh dikurangi selama berada pada tahanan. Dia juga dihukum membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 kamar.

Dia serupa dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 47. 166. 931. 587, 00. Hukuman tambahan itu harus dibayarkan selambat-lambatnya utama bulan setelah putusan merebut kekuatan hukum tetap.

“jika dalam periode tersebut tidak dibayar maka harta bendanya disita & dilelang untuk menutupi kekayaan pengganti dimaksud dan asalkan uang pengganti tidak dibayar maka dipidana dengan kejahatan penjara selama 2 tarikh dan 6 bulan, ” urai Ali menandaskan.

Ketiga mantan pejabat Waskita Karya itu benar melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Bagian 20 Tahun 2001 mengenai Perubahan atas UU Bagian 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto Perkara 55 ayat 1 pertama KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.