Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun

Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun

JawaPos. com – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan membaca ihwal penangkapan Panglima Serdadu Bekas Trimata Nusantara, Ruslan Buton. Penangkapan ini berdasarkan laporan polisi kepada yang bersangkutan pada 22 Mei 2020.

Ruslan lalu diamankan oleh tim Bareskrim Polri bersama Polda Sumatera Tenggara dan Polres Buton pada 28 Mei 2020 pukul 10. 30 WITA. Dia ditangkap di wilayah Kecamatan Wabula, Kabupaten Buto, Sulawesi Tenggara.

“Dari hasil penjagaan tersangka mengakui bahwa benar bahana rekaman yang beredar adalah hak tersangka yang dibuat pada tanggl 18 Mei 2020 menggunakan handphone simpulan, ” kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/5).

Dalam rekaman suara tersebut, dia membacakan surat terkuak untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rekaman itu kemudian dia sebarkan ke Group Whatsapp Serdadu Bekas Trimatra Nusantara.

“Pendalaman tentang peran RB akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri pasca RB tiba di Jakarta, ” jelas Ahmad.

Daripada tangan Ruslan, petugas menyita satu unit telepon genggam yang digunakan merekam surat terbuka, dan utama buat KTP. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Bab 15 UU Nomor 1 Tarikh 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dengan ancaman pidana 6 tahun dan/atau Pasal 207 KUHP dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun, ” pungkas Ahmad.

Sebelumnya, Ruslan Buton ditangkap polisi dalam Kamis (28/5) siang. Dia diduga digelandang polisi akibat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana salah satu poinnya meminta agar Jokowi mundur. Dia merasa kepada Jokowi dalam menggarap pandemi Covid-19. Dia bahkan tahu berujar tidak menutup kemungkinan ada revolusi rakyat jika Jokowi tak kunjung melepas jabatannya.

Kabar penangkapan ini dibenarkan oleh Kepala Penerangan Komando Resimen Militer (Kapenrem) 143/Kendari, Mayor Sumarsono. “Ya (Ruslan Buton ditangkap) dari informasi kita tahunya juga, ” sebutan dia kepada JawaPos. com, Kamis (28/5).

Saksikan video menarik berikut ini: