Diperiksa Sebagai Tersangka, Anita Kolopaking Didampingi 3 Pengacara

Diperiksa Sebagai Tersangka, Anita Kolopaking Didampingi 3 Pengacara

JawaPos. com – Adjuster Anita Kolopaking hari ini melaksanakan pemeriksaan perdana sebagai tersangka kejadian Surat Jalan Djoko Tjandra. Setelah mangkir pada panggilan pertama, Anita dipastikan hadir memenuhi panggilan kedua. Menjelang siang tadi, Anita telah mulai diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri.

“Betul hari ini ADK telah memenuhi panggilan penyidik pd pukul 10. 30 WIB didampingi 3 pengacara serta selanjutnya dilakukan pemeriksaan sebagai simpulan, ” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).

Namun, terkait materi pemeriksaan tidak bisa Bambu ungkapkan. Mengingat hal itu hadir pada teknis penyidikan. Publik diminta bersanar menunggu proses pemeriksaan sudah.

“Hari ini seluruhnya akan kita tuntaskan terkait apa yang selama ini perannya ADK dalam kasus surat palsu yang melibatkan BJU PU, ” jelasnya.

Sementara itu, zaman disinggung apakah Anita akan tepat ditahan usai pemeriksaan, Awi biar belum bisa memastikan. Proses pengurungan menjadi kewenangan penuh penyidik usai melakukan Berta Acara Pemeriksaan (BAP).

“Terkait penahanan tentunya semuanya menjadi kewenagan penyidik barang apa yang menjadi hasil setelah dikerjakan pemeriksaan sebagai tersangka, ” tegasnya.

Sebelumnya, Anita Kolopaking ditetapkan penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka Surat Jalan Djoko Tjandra. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah melakukan gelar perkara kasus tersebut pada Senin (27/7) lalu. Pemeriksa kemudian mendapatkan barang bukti dengan cukup untuk menaikan status hukum Anita.

“Hasil melangsungkan perkara tersebut kesimpulannya adalah menaikan status saudari Anita Dewi Kolopaking jadi tersangka, ” kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (30/7).

Dalam tentang ini, penyidik sudah memeriksa 23 orang saksi. Terdiri dari 20 saksi di Jakarta, dan 3 saksi di Pontianak. Adapun barang bukti yang dimiliki penyidik yakni Surat Jalan dan Surat Luput Covid-19 Djoko Tjandra, serta tulisan Kejaksaan Agung terkait status patokan Djoko Tjandra.