Dituding Larang Pengibaran Merah Suci Di PIK, Kapolres Tanggungan Begini

Dituding Larang Pengibaran Merah Suci Di PIK, Kapolres Tanggungan Begini

JawaPos. com – Polres Metro Jakarta Utara membantah melarang ormas Laskar Merah Putih (LMP) mengibarkan bendera Merah Putih di Pantai Indah Kapuk (PIK). Peristiwa yang berlaku yakni polisi mencegah terjadinya kerumunan.

“Yang kita larang itu ialah berkerumun dan kita tidak ingin terjadi klaster mutakhir intinya seperti itu bukan kita melarang mereka mengibarkan bendera, salah, ” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Pandai Darmawan saat dihubungi, Kamis (19/8).

Guruh menuturkan, pengibaran bendera di PIK dinilai bisa mendatangkan kerumuman. Sebab, saat itu, banyak anggota ormas dengan berkumpul melaksanakan kegiatan itu.

“Kalau mereka mengibarkan bendera di situ kan pasti terjadi kerumunan, nah ini yang kita tidak inginkan. Saat itu Jakarta penularannya kan telah turun, jangan sampai belakang ada kumpul di situ akhirnya naik lagi, ribut lagi nanti, kita memori, ” jelasnya.

Atas dasar itu, Guruh membantah kabar di jalan sosial yang menyatakan polisi melarang pengibaran bendera Abang Putih di PIK. “Kita luruskan bahwa itu tidak benar, ” pungkas Guruh.

Sebelumnya, viral sebuah video pendek pada media sosial yang menyebutkan jika terdapat pelarangan pengibaran bendera Merah Putih dalam kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada perayaan HUT RI ke-76. Bahkan area PIK turut dijaga oleh aparat TNI-Polri.

Akun twitter @IrutPagut sempat membagikan gambar kondisi di area menuju PIK. Dalam video terlihat jika banyak anggota TNI-Polri yang berjaga. Ada pula banyak anggota ormas Laskar Merah Putih (LMP) dengan tertahan di jalanan sebab tidak diizinkan mengibarkan standar Merah Putih di PIK.

“Cuma sedia mengambil foto sampai disediakan polisi sekian banyak, LMP tidak boleh menggelar bendera merah putih. Ya inilah bangsa kita saat itu jadi seperti kayak gini, ” ucap seorang adam dalam video tersebut.