dua Fraksi Tolak RUU Ciptaker ke Paripurna, Airlangga Buka Pintu Dialog

dua Fraksi Tolak RUU Ciptaker ke Paripurna, Airlangga Buka Pintu Dialog

JawaPos. com – Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) telah disetujui dibawa ke sidang paripurna.   Ketua Baleg Supratman Andi Agtas mengatakan, dari hasil pendapat & pandangan para fraksi, ada 7 fraksi yang menerima. Sedangkan 2 fraksi lainnya menyatakan menolak.

Rapat yang berlangsung sekitar pukul 21. 14, dan selesai sekitar pukul 23. 00 tersebut mendapat restu dari mayoritas anggota Baleg DPR. Adapun 7 Bagian yang menerima RUU Cipta Kegiatan adalah PDI-P, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, PPP, dan PAN. Sedangkan yang menolak adalah Fraksi Demokrat dan PKS.

Agen Fraksi Partai Demokrat di Baleg DPR, Hinca Panjaitan memandang RUU Cipta Kerja tidak bernilai urgensi yang memaksa di tengah krsisi pandemi. RUU ini berpotensi memberangus hak-hak buruh di negara.

“Sejumlah pemangkasan aturan perizinan, penanaman modal, ketenagakerjaan, dan lain-lain yang diatasnamakan sebagai bentuk reformasi birokrasi dan peningkatan efektivitas kaidah kelola pemerintahan menurut kami malah berpotensi menjadi hambatan bagi hadirnya pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, ” jelasnya.

Sementara, cabang dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah menilai, pembahasan RUU Membangun Kerja tidak tepat membaca status, tidak akurat dalam diagnosa. Jadi contoh, formulasi pemberian pesangon dengan tidak didasarkan atas analisa yang komprehensif hanya melihat pada bagian ketidakberdayaan pengusaha.

Terkait penolakan tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah tentu membuka pintu komunikasi dengan bagian Demokrat maupun PKS. “Masih tersedia waktu dialog dan kami bisa menjelaskan apabila diperlukan kami siap hadir di fraksi PKS, atau di fraksi Demokrat sambil kita menunggu rapat paripurna, ” ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini: