Fadel Muhammad Harap Pidato Jokowi dalam Sidang Tahunan Greget

Fadel Muhammad Harap Pidato Jokowi dalam Sidang Tahunan Greget

JawaPos. com – Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad berharap Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan nanti bisa memberikan sesuatu yang menenangkan rakyat Indonesia di tengah menghadapi pandemi Covid-19. Hal tersebut dikatakan Fadel di acara Diskusi Empat Pilar bertema ‘Sidang Tahunan MPR: Optimisme Dan Harapan Di Sedang Pandemi’ , Senin (10/8) kemarin.

“Yang terpenting, pidato presiden dalam Sidang Tahunan kudu dapat memberikan harapan kepada kelompok, ” tegasnya.

Khotbah Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan, lanjut Fadel, juga harus greget terutama bagaimana mendongkrak secara riil perekonomian Indonesia di situasi kaya ini dan dijaga betul jangan sampai resesi.

“Keadaan saat ini, menurut pengamatan kami, semakin hari semakin memburuk. Daya beli masyarakat semakin berkurang, bagian industri banyak terimbas, contohnya hotel-hotel walaupun sudah buka namun occupancy rate -nya masih rendah. Hal yang sebanding juga di industri penerbangan yang masih rendah pendapatannya. Masyarakat masih berhati-hati untuk bepergian menggunakan motor, ” katanya.

Selain itu, Fadel mengingatkan, yang selalu mesti diperhatikan adalah rakyat yang bergerak di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sampai saat itu, para pegiat UMKM masih terbelit masalah-masalah keuangan seperti pengembalian pinjaman bank, sebab belum mendapatkan sandaran lunak antara lain bunga bank yang rendah.

“Kami mendengar katanya bunga bank untuk UMKM ditetapkan sampai 3, 5 persen tapi belum merata dan ada bantuan untuk membenahi UMKM sebesar satu koma sekian triliun rupiah. Itu belum cukup buat membenahi UMKM yang ada. Hal inilah yang membuat para pekerja UMKM mengeluh. Koperasi-koperasi juga penuh yang mengeluh sekarang karena banyak koperasi terutama simpan pinjam dengan mengalami kredit macet karena anggotanya banyak tidak mampu lagi mengembalikan dana pinjaman, ” paparnya.

Fadel melihat, dampak pandemi memang sangat berat. Hal tersebut juga dialami negara-negara lain bagaikan Malaysia, Singapura, Filipina. Namun, ia menekankan, upaya-upaya negara-negara tersebut dalam memperbaiki masalah patut diperhatikan seperti, pemerintah Malaysia memberanikan diri melangsungkan injeksi keuangan ke usaha-usaha tertentu dengan dana dari negara.

“Saya rasa, nanti zaman Sidang Tahunan itulah rakyat ingin mendengar solusi-solusi dan kemudahan-kemudahan dibanding pemerintah kepada rakyat terdampak yang out of the box, mempunyai terobosan-terobosan luarbiasa yang secepatnya bisa mengatasi berbagai masalah akibat pandemi ini. Saya yakin dengan dukungan kuat rakyat, pemerintah pasti mampu, pada intinya masih ada jalan, ” tandasnya.