Hari Ini KPK Periksa Azis Syamsuddin

Hari Ini KPK Periksa Azis Syamsuddin

Dikenal Jadi Tersangka Dugaan Uang sogok Penanganan Perkara di Lamteng

JawaPos. com – Keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam terkaan suap penanganan perkara dalam Lampung Tengah (Lamteng) bahkan terang. KPK membenarkan sedang menyidik dugaan pemberian penghargaan terkait penanganan perkara di Lamteng. Sejumlah pihak sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Nama Azis disebut masuk dalam daftar simpulan. Namun, KPK belum bisa menjelaskan secara detail karakter politikus Partai Golkar tersebut dalam perkara tersebut. ”Kami akan menyampaikan secara sempurna kronologi serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, ” kata Plt Jubir KPK Bidang Penindakan Ali Fikri saat dikonfirmasi kemarin (23/9).

KPK sudah menangani kasus Bupati Lamteng Mustafa pada 2018. Mustafa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pengesahan pinjaman daerah. Dalam persidangan Mustafa muncul nama Aliza Gunado dan disebut sebagai orang dekat Azis. Mustafa ditengarai pernah menyuruh anak buahnya menemui Aliza untuk mengurus dana alokasi istimewa (DAK).

Keterlibatan Azis dalam sejumlah perkara di KPK terungkap di dakwaan eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Azis bersama Aliza disebut menganjurkan hadiah kepada Robin sejumlah Rp 3, 099 miliar dan USD 36 ribu (setara Rp 513 juta). Azis juga memfasilitasi pertemuan Robin dengan sejumlah pihak. Di antaranya dengan eks Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial.

Bahan yang dihimpun Jawa Pos , KPK rencananya memanggil Azis keadaan ini (24/9) sebagai tersangka. Pemanggilan telah disampaikan pada Azis. Menurut Ali, pihaknya memang terus berupaya menggabungkan alat bukti untuk pemeriksaan tersebut. Sebelumnya KPK serupa memeriksa sejumlah saksi dalam Jakarta, Bandung, Tangerang, & Lampung. ”Pengumuman tersangka (Azis) akan kami sampaikan dalam saat dilakukan upaya paksa penangkapan dan atau penahanan, ” tegas Ali.

Saat penahanan itu KPK akan mengumumkan secara lengkap kronologi perkara. Tercatat pasal yang disangkakan kepada tersangka. ”Kami berharap asosiasi terus memantau dan meneliti penanganannya, ” imbuh tempat.