Ini Penyebab Perburuan Kilau Emas Memudar

Ini Penyebab Perburuan Kilau Emas Memudar

JawaPos.com – Harga emas dunia cenderung stabil mendekati level kunci USD 1.900 per ounce di awal perdagangan Asia awal pekan ini. Hal tersebut disebabkan oleh ekspektasi paket stimulus Amerika sebelum pemilu.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot naik tipis 0,12 persen menjadi USD 1.901,51 per ounce pada pukul 08.39 WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat turun 0,17 persen menjadi USD 1.902,90 per ounce.

Seperti diketahui, Ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi telah mengatakan perbedaan tetap ada dengan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait paket bantuan virus Covid-19 yang luas, tetapi dia optimistis RUU dapat didorong sebelum pemilihan presiden 3 November.

Selain itu, Inggris dan Uni Eropa akan berusaha untuk menghidupkan kembali perundingan perdagangan pasca-Brexit yang tampaknya hampir mati pekan lalu, dengan masing-masing pihak mengatakan bahwa mereka perlu mengubah arah secara fundamental.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda, mengatakan tidak perlu mengubah target inflasi bank sentral atau panduan ke depan, meski Amerika Serikat dan Eropa sedang meninjau kerangka kebijakan mereka untuk mencari cara yang lebih baik guna menopang pertumbuhan.

Adapun logam mulia lainnya, seperti perak naik 0,1 persen menjadi USD 24,20 per ounce, platinum bertambah 0,2 persen menjadi USD 862,09 dan paladium meningkat 0,3 persen menjadi USD 2.338,99 per ounce.

Sementara, mengutip emas batangan milik Antam tak berubah sejak kemarin yaitu berada di Rp 1.008.000 per gram. Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam menjadi Rp 901.000 per gram.

Saksikan video menarik berikut ini: