Jatim Bentuk 549 Kampung Tangguh

Jatim Bentuk 549 Kampung Tangguh

JawaPos. com – Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran berkunjung ke salah satu kampung tangguh dalam Gresik Kamis malam (28/5). Tepatnya di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme. Selama 60 menit, jenderal dua bintang itu berada pada kampung yang selama ini menorehkan banyak prestasi bidang kebersihan dunia itu.

Sebelum menghunjam kampung tangguh itu, Fadil kudu menjalani protokol kesehatan pencegahan sirkulasi Covid-19. Mulai cuci tangan, pengecekan suhu badan, hingga mengisi keterangan di pos jaga. Dia didampingi Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Bupati Sambari Halim Radianto, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Budi Handoko, dan petinggi Gresik lain.

Saat berada di negeri tangguh itu, Fadil melihat sejumlah layanan dan fasilitas. Ada dapur umum, ruang pemeriksaan kesehatan, had lumbung logistik. Fadil juga mengobrol akrab dengan para relawan dukuh tersebut. Dia memberikan apresiasi secara pembentukan kampung tangguh. Dia meminta kampung tangguh menjadi salah kepala kunci sukses untuk mencegah dan menekan persebaran Covid-19. Warga saling peduli, berbagi, dan bergotong royong.

Hingga kemarin, jumlah kampung tangguh di setiap daerah polres di Jatim bervariasi. Berangkat 6 hingga 50-an. ”Kalau dalam Jatim saat ini sudah ada 549 kampung tangguh, ” ujarnya. Tentu akan sangat positif jika kampung tangguh terus direplikasi sebati dengan kearifan lokal setempat. Yang jelas, program tersebut menekankan supaya masyarakat bersinergi dalam mencegah persebaran Covid-19 secara mandiri. Dengan serupa itu, pandemi bisa segera berakhir.

Menyinggung soal penanganan Covid-19 di Gresik, Kapolda memberikan sanjungan tersendiri. ”Alhamdulillah, secara grafik epidemiologi, Kabupaten Gresik termasuk yang miring dari hasil evaluasi, 60 upah tingkat penyebaran tertinggi masih di Kota Surabaya, ” kata mantan direktur tindak pidana siber Mabes Polri itu.

Mengenai rencana penerapan tatanan baru (new normal), Fadil menyebut gubernur Jatim sudah menyampaikan upaya yang akan dilakukan. Sudah pasti, nanti ada masa transisi dan perlu sosialisasi kekar kepada masyarakat. ”Sebelum menuju ke fase new normal, kami bakal memberikan pemahaman ke masyarakat, ’’ katanya.

Sementara tersebut, Kusworo mengatakan, ada tiga wilayah tangguh yang jadi role arketipe dari ratusan desa di 18 kecamatan. Saat ini ada 54 desa yang siap dijadikan daerah tangguh. ”Pemilihan kampung tangguh didasari atas kesadaran masyarakat, ’’ ujarnya. Di kampung tangguh, lanjut Kusworo, warga saling mengingatkan untuk tidak berkerumun. Di setiap sudut timah atau jarak tiga rumah ada westafel plus sabun cuci lengah. Ada lumbung pangan, divisi kesehatan, hingga divisi pemakaman untuk menolong tim medis kalau kekurangan petugas.

Sementara itu, pemerintah pusat mengirim dua petinggi TNI dan Polri untuk menginventarisasi urusan Covid-19 di Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto dan Panglima Komando Ikatan Wilayah (Pangkogabwilhan) II Marsda TNI Imran Baidirus. Keduanya sudah melihat langsung penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Pangkogabwilhan II Marsda TNI Imran Baidirus mengatakan, hasil inventarisasi akan dibawa ke pusat. TNI bersama Polri segera membahas kebutuhan penanganan Covid-19 dalam Jawa Timur. Misalnya, kebutuhan sinse, perawat, serta personel yang bekerja bidang kesehatan. ”Koordinasi itu buat menentukan langkah selanjutnya, ” ujarnya.

Terkait personel dalam lapangan, Marsda TNI Imran mengutarakan tidak ada penambahan. Aparat TNI di Jawa Timur sangat cukup. Semua bergerak bersama anggota Polda Jatim. Dia juga mengungkapkan, kontribusi TNI dan Polri tidak berkeinginan menggantikan peran aparat sipil. Pengamalan di lapangan tetap dilakukan dengan bersama-sama.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto menambahkan, target mewujudkan kedisplinan masyarakat harus tercapai. Kurva jumlah kasus dalam Jawa Timur tinggi. Paling penuh di Surabaya. ”Instruksi presiden, menekan pertambahan kasus hingga pada bintik normal, ” tegasnya. Dia serupa menegaskan, anggota polisi di Jawa Timur sudah cukup. Semua sudah bergerak. Polri akan menindaklanjuti metode berikutnya setelah berkoordinasi dengan TNI.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, semua pihak terus bersinergi untuk menekan total kasus pasien positif. Dia juga menyinggung masalah new normal untuk wilayah Jawa Timur. WHO membuktikan bahwa new normal bisa diterapkan apabila kasus mengalami penurunan bertambah dari 50 persen dalam besar pekan. ”Jawa Timur harus mampu memenuhi syarat itu sebelum meresap new normal, ” ujarnya.

Saksikan video mengakui berikut ini: