Kala Ketua Bawaslu Terpaksa Batal Mudik ke Pekalongan

Kala Ketua Bawaslu Terpaksa Batal Mudik ke Pekalongan

JawaPos. com – Kepala Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan tak menduga dirinya akan menikmati lebaran dalam kondisi di sedang pandemi Covid-19. Karena itu dirinya mengajak masyarakat Indonesia untuk berharap dan berserah diri pada sang Pencipta.

‎”Ini ialah kejadian di luar dugaan kita, kehendak alam. Maka di pada menyikapi ini di suasana   ini memang kehendak dari Allah SWT. Maka ini harus diartikan ini bisa introspeksi, bahwa kita itu kecil di hapadan Allah, ” ujar Abhan kepada JawaPos. com.

Menurutnya, tetap ada hikmah di balik pagebluk Korona ini. Virus yang terbukti mampu bisa memporakporandakan aspek kehidupan bukan hanya di Indonesia, tapi hampir di seluruh negara yang ada di bumi ini.

“Hanya dengan barang yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata, dunia menjadi porak poranda, ” katanya.

Untuk Abhan, dalam hidupnya, ini adalah saat untuk pertama kali merayakan Idul Fitri yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ia merayakan Lebaran dengan berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar.   Saat ini hal itu terpaksa dihilangkan.

” Tentu ada peristiwa yang hilang. Sudah 50 tarikh merayakan Idul Fitri selalu rangkai dengan keluarga, saat ini tak bisa. Tetapi mau apa dapat dikata ini demi menjaga kita semua, ” ungkapnya.

Abhan juga tidak menyangka mau merayakan lebaran secara virtual. Sesutu yang baru dan tak mampu dinilai sama ketika bersilaturahmi secara fisik.

“Tapi ya itulah yang bisa kita lakukan saat ini. Kejadian ini tetap akan saya ingat selamanya, ” tuturnya.

Abhan selalu mengaku sudah menjelskan kepada karakter tuanya di Pekalongan, Jawa Pusat untuk Lebaran kali ini dirinya bersama keluarga tidak bisa mudik merayakan kemenangan setelah Ramadan kemarin.

“Ibu orang primitif ada di Pekalongan ya berarti harus bisa menjelaskan saya puak tidak bisa bersilaturahmi, enggak bisa sungkeman. Alhamdulillah mereka bisa memahami ini, ” tuturnya.

Abhan juga berujar, jika seandainya pada Juni virus Korona telah hilang dan kondisi sudah lazim, maka ia bersama keluarga masih tetap belum bisa mudik. Peristiwa itu karena adanya tahapan Pilkada serentak yang bakal di perjamuan di Desember mendatang.

“Seandainya pun sudah selesai Korona saya juga belum bisa karena ada tahapan yang dimulai, oleh karena itu mengurusi tahapan. Artinya memang belum bisa mudik, ” pungkasnya.