Kapan PPKM Berakhir? Ini Penjelasan Luhut

Kapan PPKM Berakhir? Ini Penjelasan Luhut

JawaPos. com – Menteri Koordinator bagian Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku, dirinya kerap dihujani pertanyakan terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pertanyaan tersebut berasal daripada masyarakat pendapatannya terdampak sebab kebijakan tersebut.

“Saya banyak memperoleh perkara, apakah PPKM akan dilanjutkan apa dihentikan. Saya ingin menjelaskan bahwa karena Covid-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM ini tetap dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mengarahkan mobilitas dan aktivitas masyarakat, ” ujarnya dalam konvensi pers secara virtual, Senin (16/8).

Luhut menjelaskan, PPKM berlevel mau tetap diberlakukan hingga bentuk membaik, dalam hal itu mengacu pada tingkat penularan. Sehingga suatu daerah ataupun wilayah akan turun levelnya yang akan mempengaruhi kebijaksanaan mobilitas masyarakat.

“Di mana level 2 dan 1 nantinya akan mendekati situasi kehidupan lazim, ” ucapnya.

Luhut menekankan, kebijakan PPKM akan tetap dilakukan selama masih dibutuhkan. Evaluasi penerapan PPKM pun akan dilakuan setiap minggunya. Sementara, terpaut kebijakan mobilitas masyarakat nantinya bergantung pada hasil pertimbangan tersebut.

“Evaluasi akan dilakukan setiap minggu sehingga perubahan evaluasi bisa kita respon dengan cepat, ” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kesibukan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 23 Agustus 2021. Keputusan tersebut berlaku untuk daerah yang menerapkan PPKM level 4, 3, dan 2.

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan tempat arahan petunjuk Presiden republik Indonesia maka PPKI 4, 3 dan 2 dalam Bali akan diperpanjang datang 23 Agustus 2021, ” Menteri Kordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers secara virtual, Senin (16/8).

Luhut mengklaim, kebijakan PPKM sebelumnya telah menghasilkan perbaikan secara nasional yang tercermin dari kemerosotan kasus konfirmasi harian, level kasus aktif, tingkat kesembuhan, hingga persentase tempat rebah untuk perawatan pasien Covid-19.

Luhut membicarakan kasus terkonfirmasi sudah turun hingga 76 persen pada data terakhir pada 15 Agustus 2021. Angka itu signifikan dibandingkan pengumuman PPKM Level 4 minggu berarakan yang masih berada di level 59 persen. Selain itu, tren kasus rajin juga turun 53 tip pada 15 Agustus 2021.