Kebijakan Pelonggaran KPR Mampu Pengungkit Sektor Kredit Properti

Kebijakan Pelonggaran KPR Mampu Pengungkit Sektor Kredit Properti

JawaPos. com – Bank Indonesia (BI) menyebut kira-kira kebijakan stimulus pemerintah dinilai efektif untuk menggenjot nilai pertumbuhan di sektir konsumsi. Salah satunya, melalui pelonggaran loan to value (LTV) dan insentif pajak oleh pemerintah yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian rumah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, angka kredit pemilikan rumah (KPR) pada periode April tarikh ini tumbuh 6, 61 persen.

“Permintaan kredit di sektor properti terus membaik tercermin sebab pertumbuhan KPR yang tumbuh 6, 61 persen, ” ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/6).

Laksana diketahui, pada 1 Maret 2021 lalu pihaknya melonggarkan aturan dengan menetapkan LTV dan FTV sebesar 100 persen untuk kredit properti. Artinya, dana untuk menjemput kredit properti ditanggung oleh bank seluruhnya. Namun menurutnya, stimulus untuk sektor itu belum cukup menggenjot nilai kredit yang masih minus.

“Belum pas, tapi perlu kita terlantas terus, tapi dibandingkan daerah lain jika total pengaruh masih negatif, ” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, pemulihan kredit selalu terjadi di sektor UMKM, terutama di sektor perdagangan. Hal itu juga termasuk dorongan dalam pemulihan kegiatan intermediasi perbankan. Namun, langkah penguatan terus dilakukan mencuaikan sinergi antar otoritas, perbankan, dan dunia usaha. Hal itu dilakukan untuk menjaga optimisme dan mengatasi permasalahan sisi permintaan dan bagian penawaran kredit dari perbankan kepada dunia usaha.

Di sisi lain, pihaknya terus memperkuat kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan mengikuti koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan kredit atau pembiayaan pada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas.

“Untuk suku bunga di pasar uang dan pasar pemberian, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan telah menurun, per sebesar 153 bps dan 207 bps sejak April 2020 menjadi 2, 79 persen dan 3, 66 persen pada April 2021, ” pungkas Perry.