Kemendikbud Ingatkan Kesiapan Fasilitas Kesehatan Penting dalam PTM

Kemendikbud Ingatkan Kesiapan Fasilitas Kesehatan Penting dalam PTM

JawaPos. com – Penasihat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengucapkan, dalam pembelajaran tatap muka (PTM) 2020, banyak syarat yang perlu dipenuhi. Jadi, pembukaan sekolah bukan berarti semua sekolah diperbolehkan aktif.

“Ada tiga selongsong, pertimbangan secara keseluruhan (dari sekolah), lalu kemudian daftar periksa oleh sekolah dan ketika sekolah pun dibuka ada protokol-protokol yang kudu kita cermati dan harus kita kelola dengan baik, supaya metode yang tejadi tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan, ” ujarnya beberapa waktu lalu.

Keterlibatan pemerintah daerah (pemda) terkait dengan pembukaan sekolah pula diperlukan demi terselenggaranya PTM yang aman dan sehat. Begitu juga dengan koordinasi antara sekolah dengan pemda, kanwil Kemenag sampai secara komite sekolah.

“Harus jelas kesiapan fasilitas kesehatan, kesiapan untuk satuan pendidikan daftar periksanya cukup. Menjadi perhatian juga misalnya ada sanitasi, ada akses kepada Fasilitas Kesehatan, kesiapan warga madrasah untuk memakai masker, ketersediaan thermo gun, memiliki peta satuan pendidikan apakah misalnya ada yang memiliki komorbiditas atau riwayat perjalanan lantaran daerah, ” tambahnya.

Pengamanan berlapis ini diterapkan akibat pembelajaran yang tidak dalam suasana normal. Karena hal itu lah, kegiatan belajar mengajar digabungkan secara penerapan protokol kesehatan yang sendat.

“Maka, harus juga mendiskusikan hal-hal yang kemungkinan mau menjadi hambatan-hambatan atau permasalahan dan kita diskusikan solusi yang lebihkurang mungkin untuk dilakukan, dikembangkan untuk bisa melakukan (PTM) ini secara baik, ” imbuh dia.

Dia juga mengingatkan, keterisian murid dalam kelas tidak bisa penuh atau maksimal 50 tip saja dengan jarak antar wadah duduk 1, 5 meter. Pasalnya, interaksi harus diminamisir semaksimal jadi untuk menghindari adanya penyebaran virus.

“Perilaku wajib dengan kita tahu di sektor-sektor lain misalnya memakai masker, menjaga senggang dan mencuci tangan. Juga menetapkan diperhatikan kondisi warga sekolah kalau yang ada komorbiditas, tidak dapat ada kegiatan untuk berkerumun misalnya kantin atau kegiatan olahraga ekstrakurikuler, ” tutup dia.

Dalam meminimalkan penularan, warga pelajaran perlu menjalankan kewajiban penerapan aturan kesehatan 3M di lingkungan sekitarnya yakni wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak.

Saksikan video menarik berikut ini: