Kemenkes Minta Masyarakat Tak Sembarangan Prokes Walau sudah Divaksin Covid

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Sembarangan Prokes Walau sudah Divaksin Covid

JawaPos. com – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menodong masyarakat agar setelah divaksinasi tidak abai  protokol kesehatan (prokes). Dia mengatakan, adanya varian baru Covid-19 membuat masyarakat harus tetap disiplin protokol kesehatan.

”Karena saat ini sedang dalam kondisi pandemi dengan artinya laju penularan masih tinggi. Juga dengan adanya varian baru, membuat kita perlu menjaga protokol kesehatan, ” kata Nadia dalam keterangannya, Senin (28/6).

Nadia menjelaskan, Kemenkes memastikan mempercepat pelaksanaan vaksinasi demi memenuhi target 1 juta dosis per hari pada Juli 2021. Situasi ini dilakukan dengan Mmnemanfaatkan pos pelayanan vaksinasi serta mengoptimalkan Unit Pelaksana Teknis Vertikal Kemenkes.

Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Aib lalu mengeluarkan surat edaran nomor HK. 02. 02/I/1669/2021 yang ditujukan kepada semesta rumah sakit vertikal kemenkes, kepala kantor kesehatan Pangkalan, dan direktur politeknik kesehatan untuk membuka layanan vaksinasi masyarakat tanpa memandang domisili KTP.

Tengah itu ketersediaan dan logistik vaksin di Indonesia had saat ini sudah mencukupi untuk percepatan vaksinasi. Rinciannya adalah, 3 juta ukuran vaksin Sinovac dalam wujud jadi, 91, 5 juta dosis vaksin Sinovac pada bentuk bulk, 8, 2 juta dosis vaksin AstraZeneca bentuk jadi, dan 2 juta dosis vaksin Sinopharm bentuk jadi. Hingga Jumat (25/6) lalu, pemerintah sudah memvaksinasi sejumlah 38, 6 juta dosis vaksin Covid-19.

Rencananya vaksin akan didistribusikan dalam tiap termin ke unit pengelola teknis Kemenkes untuk segera dimanfaatkan dalam pemberian vaksinasi dosis 1 dan dua. Dengan begitu, bagi dengan memerlukan vaksinasi bisa tepat mendatangi lokasi vaksinasi yang telah ditunjuk pemerintah.