Kepala LP Rajabasa Bantah Ada Pungli Masa Pengenalan Lingkungan

Kepala LP Rajabasa Bantah Ada Pungli Masa Pengenalan Lingkungan

JawaPos.com–Kepala Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa di Bandarlampung Syafar Pudji Rochmadi membantah ada pungutan liar sebesar Rp 30 juta terkait pembebasan proses masa pengenalan lingkungan alias mapenaling.

”Kabar pembayaran Rp 30 juta yang diterima anggota saya di Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan untuk bebas mapenaling itu sangat tidak benar,” kata Syafar seperti dilansir dari Antara di Bandarlampung.

Dia menyatakan, sebagai kepala LP Kelas IA, telah turun langsung menanyakan pungutan liar tersebut kepada KPLP. Dalam pengaduan itu, jika fakta di lapangan ditemukan ada pungutan liar dengan membayar sejumlah uang agar bisa bebas dari mapenaling, dia akan memberikan sanksi tegas.

”Saya selaku penanggungjawab jika memang ada seperti itu saya akan berikan tindakan tegas,” ucap Syafar.

Menurut dia, dalam pengaduan itu sepertinya ada rekayasa sengaja ingin menjatuhkan reputasi LP Rajabasa untuk menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Selama ini, pihaknya telah memperlakukan warga binaan pemasyarakatan sesuai prosedur operasional standar dan tidak ada pungutan liar. Para WBP di LP Rajabasa dibina agar mendapatkan keterampilan untuk bekal setelah keluar.

”Salah satunya seperti budi daya daun serai yang saat ini kita bina. Kita lakukan itu, dengan tujuan agar mereka mempunyai keahlian ketika keluar. Selain diberikan keterampilan, kita juga mengajarkan bagaimana menyalurkan keterampilan mereka. Percuma dong punya keterampilan tapi kita tidak tahu mau menjual di mana,” ujar Syafar.

Saksikan video menarik berikut ini: