Komut Trada Alam Didakwa Pencucian Uang untuk Sembunyikan Uang Korupsi

Komut Trada Alam Didakwa Pencucian Uang untuk Sembunyikan Uang Korupsi

JawaPos. com – Komisaris Istimewa PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat turut didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas korupsi pengelolaan keuangan dan pemberian investasi pada PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara senilai Rp16, 8 triliun. Heru disebut membelanjakan uang hasil tindak kejahatan korupsi untuk membeli tanah & bangunan.

“Dengan arah menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan, atau kepemilikan yang sebenarnya atas Harta Kekayaan, ” prawacana Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Agung (Kejagung) Ardito Muwardi, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Manipulasi (Tipikor) Jakarta, Rabu (3/6).

Jaksa menjelaskan, Heru membelikan uang hasil korupsinya untuk mengambil tanah dan bangunan seluas 779 meter persegi di Kebayoran Hangat, Jakarta Selatan, tanah dan gedung seluas 345 meter persegi di Jalan Patal Senayan Nomor 23, Jakarta Selatan dan Tanah & bangunan seluas 345 meter persegi di Patal Senayan Nomor 23 B, Jakarta Selatan.

Selain itu, Heru juga disebut membeli tanah atas nama Utomo Puspo Suharto. Rinciannya tanah serta bangunan seluas 660 meter persegi di Menteng, Jakarta Pusat, negeri dan bangunan di Bumi Serpong Damai (BSD) seharga Rp 1, 5 miliar yang kemudian dijual kembali Joko Hartono Tirto senilai Rp2, 5 miliar dan Desa dan bangunan di Alam Sutra seharga Rp1, 3 miliar, dengan kemudian dijual kembali oleh Joko Tirto dengan harga penjualan senilai Rp 2 miliar.

Tak hanya itu, uang buatan korupsi itu juga dibelikan sebanyak kendaraan, yakni satu unit mobil Landrover, dua unit mobil Toyota Vellfire 2. 5G A/T akan nama Ratnawati Wiharjo, satu bagian mobil Lexus RX 300 Luxury 4×2 atas nama PT Halimas Mandiri dan satu unit mobil merk Toyota atas nama PT Inti Kapuas Internasional.

Tak cukup sampai disitu, Heru juga melakukan pembelian dengan jalan menukarkan ke dalam valuta aneh. Uang hasil tindak pidana korupsi itu dilakukan bertujuan untuk menyesatkan asal usul harta kekayaan secara cara mengakuisisi sejumlah perseroan.

“Akuisisi PT SMR Sempurna Tbk (SMRU), Akuisisi dan mengambil aset-aset perusahaan atas nama PT Gunung Bara Utama, Akuisisi PT Batutua Way Kanan Minerals, ” ujarnya.

Jaksa mengecap, Heru juga memberikan sejumlah kekayaan kepada anaknya, Joanne Hidayat, untuk membeli unit Apartemen Casa de Parco type studio yang dibeli pada tahun 2014 dan satu unit Apartemen Senopati Suite dua unit lantai 6 type 3 Bedroom, perolehan tahun 2019.

“Terdakwa Heru Hidayat menyesatkan asal usul, sumber, lokasi, penyediaan, atau kepemilikan yang sebenarnya atas Harta Kekayaan yaitu melakukan pembelian dengan cara melakukan pembelian bagian dan Reksa Dana dengan tujuan untuk menyamarkan sejarah harta imbalan, ” tukas Jaksa.

Atas perbuatannya, Heru didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Bagian 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pembersihan Uang (TPPU).