Leler Itu Cuma Sebuah Nilai

Leler Itu Cuma Sebuah Nilai

Melihat posisi mereka, terbuka kemungkinan pemeran termuda bisa berduel langsung melawan pemain tertua di Liga 1 musim itu. Kalau saja ada lawatan ”Dari Sabang sampai Merauke”…

—

SAAT Ronaldo Kwateh berumur 3 bulan, Ismed Sofyan sudah menjadi penggawa awak nasional (timnas). Ismed dengan kala itu berusia 25 tahun turut membawa skuad Garuda ke final Beker AFF 2004 meski lalu kalah dari Singapura.

Kini, 16 tahun berselang, Liga 1 mempertemukan keduanya dalam satu medan. Ronaldo membela Madura United sebagai pemain termuda pada musim ini. Sebaliknya, Ismed pada usia 42 tahun dan masih berkostum Persija Jakarta merupakan pemain tertua.

Capaian Ismed itu terbilang luar pokok. Di liga mana pun di dunia, jarang sekali pemain berusia kepala empat masih aktif bermain pada liga tertinggi. Sebagai pemain inti lagi. Di posisi bek kanan pula, dengan otomatis dituntut turun-naik menyerempet garis lapangan sepanjang perlawanan.

Di bagian lain, keberhasilan Ronaldo makan skuad inti di usia demikian belia juga elok diapresiasi. Apalagi sebagai striker, posisi yang pasti kudu bersaing dengan pemain aneh. Dibutuhkan talenta dan moral di atas rata-rata. ”Persaingan bakal berat. Kalau diberi kesempatan, saya akan maksimalkan, ” kata putra Roberto Kwateh, mantan pemain kelahiran Liberia yang lama malang melintang di Liga Nusantara, tersebut.