Mal Jakarta Buka Lagi 5 Juni, Kantor Diminta Susun Konsep Brand new Normal

Mal Jakarta Buka Lagi 5 Juni, Kantor Diminta Susun Konsep Brand new Normal

JawaPos. possuindo – Pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19 tidak mungkin diberlakukan selamanya. Kehidupan harus terus berjalan. Roda ekonomi harus terus berputar.

Karena tersebut, pemerintah mulai menyusun panduan buat menata kehidupan normal baru (new normal).

New regular akan diberlakukan secara resmi apabila angka penularan terus menurun. Untuk saat ini, semua lembaga pemerintah, swasta, maupun organisasi kemasyarakatan diminta menyiapkan konsep di lingkungan masing-masing. Apabila nanti sudah diputuskan, konsep-konsep yang ada tinggal dijalankan.

Kemenkes telah menerbitkan Keputusan Menkes Nomor HK. 01. 07/MENKES/328/2020. Isinya panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di perkantoran dan industri.

Menkes Terawan Agus Putranto menyatakan, dunia usaha dan pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. ’’Tempat kerja sebagai lokus interaksi serta berkumpulnya orang merupakan faktor risiko selanjutnya diantisipasi, ’’ katanya.

PP 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) salah satunya berisi ketentuan meliburkan tempat kerja. Namun, tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan. Fase terpenting adalah pasca-PSBB. ’’Perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja agar dapat beradaptasi pada situasi Covid-19 atau new normal, ’’ ujarnya.

Dalam permenkes tersebut diatur beberapa hal untuk mencegah penularan Covid-19. Misalnya, di tempat kerja, pekerja wajib melaporkan setiap ada kasus yang dicurigai Covid-19. Perusahaan harus melaksanakan pengukuran suhu tubuh di pintu-pintu masuk.

’’Dengan menerapkan panduan terkait, diharapkan dapat meminimalisasi risiko serta dampak pandemi Covid-19 di tempat kerja, khususnya perkantoran dan industri, di mana terdapat potensi penularan akibat berkumpulnya banyak orang di dalam satu lokasi, ’’ kata Terawan.

Pemerintah juga menyiapkan sistem scoring tentang kesiapan terhadap situasi nasional akibat pandemi Covid-19. ’’Mekanisme scoring itu nanti berdasarkan perhitungan epidemiologi berbasis R0 maupun kesiapan daerah-daerah, ’’ ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (18/5). R0 (R naught) atau reproduction rate merupakan perhitungan mengenai daya tular bakteri, penyakit, atau virus.

Dia memerinci, tingkat kesiapan terhadap situasi nasional akibat pandemi Covid-19 terbagi dalam lima level. Level 1 masih kritis (belum siap), level 2 parah (belum siap), level 3 substansial (mulai siap sebagian), level 4 moderat (siap lebih banyak), dan level 5 rendah (siap semua).

Beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta, sudah memonitor dan menggunakan formulasi itu. Bappenas juga akan menyiapkannya. Apabila R0-nya lebih besar dari 1, infection rate-nya masih relatif tinggi. Sementara itu, apabila R0-nya kurang dari 1, daerah sudah bisa dibuka untuk penerapan konsep normal baru.

’’Jadi, akan ada normal baru atau standar baru untuk berkegiatan. Sebagai contoh di kawasan industri, sudah ada surat edaran yang juga di-clearing atau sesuai dengan arahan Satgas Covid-19. Begitu pun nanti sektor-sektor lain seperti pendidikan, restoran, akomodasi, kegiatan-kegiatan peribadahan, dan sektor-sektor transportasi, ’’ jelas Airlangga.

Secara keseluruhan, konsep kebijakan di atas masih akan dibahas secara lebih terperinci dan komprehensif. Kementerian-kementerian kini mempersiapkan diri untuk beradaptasi pada konsep new normal.

Persiapan new normal juga dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Terutama menjelang berakhirnya pembatasan sosial berskala besar pada 4 Juni mendatang. Rencananya, mal-mal buka lagi mulai 5 Juni 2020. Namun, pengelola mal harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selama ini toko-toko yang diizinkan buka di mal hanya yang berjualan bahan makanan, alat kesehatan, dan obat. Nah, pada 5 Juni, semua toko akan kembali beroperasi normal. Dengan catatan, PSBB di Jakarta tidak diperpanjang lagi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menuturkan, pemprov sedang menyusun protokol untuk operasional berbagai kegiatan usaha di Jakarta. ’’Untuk operasi usaha pariwisata maupun ekonomi kreatif, baik di mal maupun yang berdiri sendiri, sedang disusun, ’’ ujarnya.

Dia mengatakan, protokol tersebut tidak akan berbeda jauh dengan yang telah diterapkan sekarang. Misalnya, menjaga jarak dan memakai masker. Namun, untuk kalangan usaha, ada tambahan aturan. ’’Misalnya, jam buka karoke di mal yang dulu bisa sampai subuh nanti kami batasi. Kapasitasnya juga akan kami batasi, ’’ terangnya.

New normal juga diterapkan di sektor transportasi. Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, menyiapkan infrastruktur new normal untuk melihat dokumen persyaratan terbang. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan sistem agar dokumen dapat diperiksa secara digital. ’’Nanti seluruh dokumen yang dipersyaratkan bisa diunggah ke aplikasi Indonesia Airports. Setelah mengunggah dokumen, penumpang akan mendapat QR code, ’’ terangnya.

Pelindo III juga bakal menerapkan skema kerja new normal. Mulai penerapan protokol kesehatan, WFH, hingga layanan daring. ’’Para pengguna jasa bisa menggunakan layanan daring dari Pelindo III sehingga tidak perlu datang ke terminal/pelabuhan untuk mendapatkan layanan jasa kepelabuhanan dari Pelindo III, ’’ kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung.  

Menuju Hidup Normal Baru

Prinsip Dasar

  • Jaga jarak
  • Pakai masker
  • Sering cuci tangan pakai sabun
  • Perkuat imunitas

Beberapa Persiapan New Normal

  • Buat aplikasi Indonesia Airports untuk cek dokumen
  • Pengetatan pemeriksaan penumpang internasional
  • Siapkan layanan kepelabuhan daring
  • Skenario WFH untuk usia 45 tahun ke atas
  • Skenario kerja normal dengan protokol kesehatan untuk usia 45 tahun ke bawah
  • Penyusunan sistem kerja baru untuk BUMN
  • Optimalisasi teknologi digital
  • Skenario kegiatan ekonomi less contact
  • Sosialisasi pembiasaan protokol kesehatan
  • Persiapan New Normal di Tempat Kerja
  • Selama PSBB
  • Perusahaan memantau perkembangan Covid-19 di wilayahnya
  • Membentuk tim penanganan Covid-19 di tempat kerja
  • Pekerja wajib melaporkan kasus dicurigai atau gejala Covid-19
  • Tidak memperlakukan kasus positif Covid-19 sebagai stigma
  • Mengatur sistem kerja WFH
  • Menyediakan pengukur suhu tubuh di pintu masuk kantor untuk pekerja yang ngantor
  • Meniadakan lembur
  • Meniadakan sif 3 bila memungkinkan
  • Bila harus ada sif 3, hanya diisi pekerja di bawah 50 tahun.
  • Pekerja wajib mengenakan masker sejak keluar rumah, selama bekerja, hingga sampai di rumah.
  • Mengatur asupan nutrisi bagi pekerja yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh
  • Memastikan area kerja bersih dan higienis, termasuk menjaga kualitas udara
  • Menyediakan sarana cuci tangan beserta kartu petunjuknya
  • Menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat strategis
  • Pengaturan jarak minimal 1 meter, termasuk pengaturan meja kerja
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Pasca-PSBB

  • Pekerja wajib mengenakan masker sejak keluar rumah dan selama bekerja.
  • Larangan masuk kerja bagi karyawan dan tamu yang bergejala flu
  • Bila ada pekerja yang dikarantina, haknya harus tetap diberikan
  • Menyediakan area observasi kesehatan di tempat kerja
  • Bila diperlukan, tempat kerja bisa menyediakan fasilitas karantina mandiri
  • Memasang pembatas bagi layanan pelanggan
  • Menyediakan pengukur suhu tubuh di pintu masuk tempat kerja
  • Batasi jumlah pengguna lift

Sumber: Peraturan Menteri Kesehatan, diolah

Saksikan video menarik berikut ini: