Maruli Tampubolon, Melly Goeslaw Hingga Tohpati Akan Gelar Konser Amal

Maruli Tampubolon, Melly Goeslaw Hingga Tohpati Akan Gelar Konser Amal

JawaPos. com – Di penghujung Ramadan tahun ini, akan ada konser musik Jakarta City Philharmonic Orchestra, yang melibatkan sejumlah musisi kenamaan tanah air. Mereka ialah Melly Goeslaw, Maruli Tampubolon serta Tohpati.

Konser itu akan digelar pada Jumat (22/5) hari ini dengan mengusung perkara “Berbagi dalam Keterbatasan”. Konser tersebut akan digelar via daring usai salat Ashar sambil menemani asosiasi ngabuburit menunggu buka puasa tiba.

Sesuai tajuk, pementasan ini memiliki tujuan untuk pengukuhan dana, guna membantu para musisi tradisional yang terkena dampak tidak langsung dari penyebaran virus korona atau Covid-19. Melly Goeslaw pada sesi jumpa pers melalui pelaksanaan Zoom, Kamis (21/5), mengatakan dirinya terharu atas digelarnya konser dengan diinisiasi oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Jakarta City Philharmonic. Karena konser itu menunjukkan kepedulian kepada seniman tradisional.

“Terima kasih sekadar karena banyak yang memikirkan kadar seniman, terutama seniman tradisional. Mereka bukan seperti seniman pop yang punya banyak sumber penghasilan. Tumbuh mereka hanya mengandalkan dari manggung dan itu pun tempat manggungnya bukan di tempat yang garib, ” kata Melly Goslaw.

Anto Hoed selaku Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic mengucapkan, platform teknologi seharusnya dapat melaksanakan para seniman tradisional bisa tetap bekerja, berkarya, dan menyebarkan kecantikan musik ke seluruh Indonesia, walaupun kini tengah terjadi pandemi. Karena selain masalah biaya hidup, para seniman tradisional membutuhkan wadah untuk terus berkarya.

“Kami berharap proyek ini dapat membagikan harapan baru, terutama bagi seniman tradisional yang terkena dampak Covid-19. Kami dibantu oleh musisi-musisi seolah-olah Maruli Tampubolon, Melly Goeslaw, serta Tohpati untuk membangun semangat berbagi, menggalang dana demi keberlangsungan praktisi seni tradisional di industri kecil budaya Indonesia, ” tuturnya.

Selama konser berlangsung, hendak ada acara penggalangan dana menggunakan platform pembayaran digital OVO. Infak yang terkumpul akan disalurkan kepada para penerima manfaat yaitu puluhan ribu musisi tradisional yang ada dalam database Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan.

“Kita tidak akan menunggu sampai dana terkumpul. Kita akan langsung bagikan dananya menggunakan dana dari Kementerian Keuangan terlebih dahulu, ” kata Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.