Menkes Budi Gunadi Akui Testing Covid-19 Turun saat Keadaan Libur

Menkes Budi Gunadi Akui Testing Covid-19 Turun saat Keadaan Libur

JawaPos. com – Menteri Kesehatan Sifat Gunadi Sadikin mengakui testing Covid-19 yang menurun karena adanya hari libur pula menyebabkan penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19. “Minggu-minggu terakhir tersebut terkonfirmasi Covid-19 turun, setiap hari libur dan sehari sesudahnya testing pasti turun, kalau kita lihat 40-50 minggu terakhir polanya sejenis, jadi Sabtu tinggi, Minggu, Senin turun nanti terangkat lagi, ” kata Menkes Budi Gunadi di Biro Presiden di Jakarta, Senin (26/7).

Menkes menyarankan untuk melihat bahan kasus terkonfirmasi secara mingguan. “Saya sudah minta teman-teman di Kementerian Kesehatan meneladan saja WHO, WHO selalu tahu bahwa testing berfluktuasi, mereka selalu tampilkan sama selalu 7 hari serta kebetulan kemarin juga tersedia libur Idul Adha, oleh sebab itu kelihatan turun, tapi naik lagi, ” tambah Watak.

Untuk melakukan pemerataan testing dan tracing, menurut Budi, pemerintah sudah melakukan pemetaan seluruh laboratorium Covid-19. “Seluruh laboratorium di Jawa dan Bali ada sekitar 720 lab, kita sudah ‘mapping’, kita lihat kapasitasnya dan kita pastikan agar mereka punya produktivitas sama agar bisa melayani ‘tracing’ dan testing yang cukup sesuai dengan populasinya, ” kata Budi.

Menurut Budi, rencana testing di wilayah penuh juga akan dimulai pasar ini. “Menurut Pak Menkomarinves, program testing dan tracing yang dipimpin Panglima TNI dimulai minggu ini. Testing kita alhamdulillah sudah terbang. Pertama kali saya menyelap testing 30-40 ribu. Saat ini spesimen sudah hampir 300 ribu, orangnya juga telah 220 sampai 300 seperseribu. Kita harus naikkan terus supaya kita tahu jika ada saudara kita dengan kena bisa segera ukur oximeter dan bisa diketahui perlu dirawat atau tak, ” paparnya.

Menkes Budi juga menodong agar masyarakat tidak kecil untuk melakukan tes Covid-19. Merujuk pada anjuran Pola Kesehatan Dunia (WHO), nalar pelacakan kasus positif seharusnya 1: 30 alias 30 orang per satu urusan positif sedangkan di Indonesia, rasio tracing masih satu: 1

Tatkala untuk vaksinasi, Budi mengecap Kementerian Kesehatan saat ini sudah memiliki 85 juta dosis vaksin dari bervariasi merek. “Sudah ada 85 juta dosis per kemarin, sudah disuntikkan per keadaan ini 63 juta ukuran, jadi ada stok pada pusat, provinsi dan kabupaten/kota sekitar 22 juta jumlah, itu stok tidak sampai 1 bulan, ” kata pendahuluan Budi.

Sedangkan untuk durasi produksi vaksin, menurut Budi, dibutuhkan satu, 5 bulan. “Kalau dengar 132 juta vaksin hadir itu dalam bentuk benih baku, yang jadi vaksin cuma 80 persennya, vaksin jadinya 105 juta dalam 1, 5 bulan semenjak bahan baku datang. Itu kenapa kita hanya memiliki 85 juta karena sisanya 20 juta masih di dalam proses di pabrik dibikin, dibuat ‘quality insurrance’, baru nanti kita dapat berangsur-angsur setiap minggu, ” sahih Budi.

Total masyarakat yang sudah memiliki suntikan vaksin pertama hingga Senin, 26 Juli 2021 adalah 44. 728. 320 orang. Sedangkan yang memiliki vaksin kedua (lengkap) ialah 18. 129. 878 orang. Total target masyarakat dengan mendapat vaksin sebanyak 208. 265. 720 orang.