Pemkot Surabaya Siapkan Rp 400 M untuk Daftarkan Warga ke BPJS

Pemkot Surabaya Siapkan Rp 400 M untuk Daftarkan Warga ke BPJS

JawaPos. com – Tahun itu Pemkot Surabaya berkomitmen menyentuh UHC (universal health coverage). Untuk mendaftarkan warga yang belum terdata sebagai pengikut BPJS Kesehatan, pemkot sudah menyiapkan anggaran yang pas besar. Nilainya mencapai Rp 400 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya drg Febria Rachmanita menyatakan, akses layanan kesehatan tubuh dasar yang mudah adalah hak semua warga. Tetapi, belum semuanya tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ”Kami terus melakukan pendataan serta berkoordinasi secara dinas terkait, ” ujar Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita.

Nah, pemkot sudah meluncurkan agenda jaminan kesehatan semesta (JKS). Melalui program itu, diharapkan UHC bisa dicapai 100 persen tahun ini. Kalender tersebut merupakan terobosan Wali Kota Eri Cahyadi serta wakilnya, Armudji, untuk memperingan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Pahlawan.

Dulu warga harus ribet mengurus SKTM (surat tanda tidak mampu) untuk mampu mendapatkan layanan kesehatan percuma di puskesmas maupun panti sakit. Melalui program JKS, warga cukup menunjukkan KTP untuk berobat. Waktu penyajian di puskesmas juga hendak dipangkas. Maksimal 15 menit per pasien.

Sejauh ini Feny menghargai ada peningkatan persentase pelayanan kesehatan masyarakat. Dari 84, 4 persen, kini cakupan pelayanan kesehatan masyarakat jika dilihat dari jumlah masyarakat yang terdaftar di BPJS Kesehatan sudah mencapai 96, 48 persen.

Pemkot masih mendata warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Untuk mendaftarkan warga yang belum di-cover agunan kesehatan, pemkot sudah merancang anggaran Rp 400 miliar. Nanti seluruh warga Surabaya terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan seperti yang diatur pemerintah.

Bersambung 43 RS dan 20 Klinik Swasta

UHC merupakan cakupan penyajian kesehatan masyarakat. Salah mulia indikatornya adalah cakupan kepesertaan warga terhadap jaminan kesehatan tubuh. Sebuah daerah bisa disebut mencapai UHC ketika 100 persen warganya sudah terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan tubuh.

Di Surabaya, cakupan UHC sejatinya sudah mencapai 96, 48 persen. Atau, sekitar 2, 8 juta penduduknya sudah terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan tubuh. Angka tersebut bisa tercapai melalui berbagai upaya dengan dilakukan selama dua tahun terakhir. ”Kami mengapresiasi kegiatan keras pemkot agar UHC bisa segera tercapai, ” ujar Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah kemarin (10/4).