Perkara Amandemen UUD 1945, Syarief: MPR Tidak akan Tergesa-gesa

Perkara Amandemen UUD 1945, Syarief: MPR Tidak akan Tergesa-gesa

JawaPos. com – Di hadapan keluarga besar Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan, Kota Enau, Jawa Barat, Wakil Ketua MPR Sjariefudin Hasan, mengajak masyarakat buat selalu menyambung tali silaturahim.

Terlebih pada situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Karena dengan silaturahim, hubungan persaudaraan dan menyenangkan akan terjalin semakin erat. Jadi setiap persoalan yang datang mampu dihadapi secara bersama-sama, dan bergotong-royong.

Silaturahim, kata Sjarief Hasan juga sangat dianjurkan oleh ajaran agama. Bahkan, orang dengan rajin bersilaturahim dipercaya akan dilancarkan rezeki dan dipanjangkan usianya.

“Saat ini kita masih dalam pandemi Covid-19. Kita tak hanya menghadapi ancaman penyakit, tapi juga masalah sosial dan ekonomi. Karena itu mari tingkatkan persekutuan dan kesatuan dengan meningkatkan tali silaturahim, ” kata Sjarief Hasan menambahkan.

Ajakan itu disampaikan Sjariefudin Hasan, pada rencana Sosialisasi Empat Pilar MPR, dihadapan masyarakat Kota Bogor Jawa Barat. Acara tersebut berlangsung di tata usaha Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan, Jln. Loader No. 2, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (17/11).

Ikut hadir di dalam acara tersebut, Majelis Presidium Keraton Nusantara dan Penasihat Yayasan Halaman Pakujajar Sipatahunan Ully Sigar Rusady. Juga Ketua Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan Wibarata Arifin.

Terkait wacana amandemen Undang-Undang Pokok (UUD) Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945, Sjarief Hasan menyampaikan bahwa MPR tidak akan terburu-buru untuk membuat keputusan. MPR akan meminta pendapat dan masukan sejak seluruh rakyat Indonesia, apakah amandemen UUD NRI 1945, itu diperlukan atau tidak.

“Kami akan dengarkan pendapat dan bukti masyarakat. Kami akan sangat waspada sebelum mengambil keputusan apakah UUD NRI 1945 perlu diubah ataupun tidak. Intinya, apakah amandemen tersebut dilakukan atau tidak, kami akan mengembalikannya kepada masyarakat, ” sirih Sjarief Hasan.

Sebab itu, menurut Sjarief Hasan dirinya terus berkeliling keluar masuk perguruan tinggi, untuk meminta pendapat, petunjuk dan masukan dari kalangan kampus. Ini penting, agar keputusan dengan diambil sesuai dengan hati dan pemikiran seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya Majelis Presidium Keraton Nusantara Ully Sigar Rusady mengajak warga masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan seni adat daerah. Jangan sampai, seni kebiasaan warisan leluhur itu musnah ditelan waktu.

“Banyak halus budaya asing yang hendak mengakar ke Indonesia, namun tidak semuanya sesuai dengan kepribadian kita. Biar seni budaya kita tidak terpinggirkan, maka kita harus menjaga seni budaya kita tetap utuh serta dicintai generasi muda, ” kata Ully Sigar menambahkan.