Piawai Bukan Halangan, Dokter 98 Tarikh Semangat Tangani Pasien Covid-19

Piawai Bukan Halangan, Dokter 98 Tarikh Semangat Tangani Pasien Covid-19

JawaPos. com – Usia terbukti bukan halangan untuk memberikan penyajian bagi sesama. Dokter Christian Chenay, warga negara Prancis, adalah salah satu bukti. Usianya sudah sepuh, 98 tahun, hampir seabad. Tapi semangatnya untuk membantu mengobati pasien Covid-19 tak pernah pudar. Bahkan semenjak dia berjuang ikut menangani penderita saat wabah tifus di periode Perang Dunia II.

Sekarang, usianya mendekati 99 tahun. Dr Chenay masih kuat di dalam merawat pasien Covid-19 seperti dilansir dari New York Post, Senin (4/5).

Dr Chenay memberikan konsultasi virtual untuk penderita baik itu melalui telepon serta internet. Dia pun melakukan lawatan mingguan ke rumah jompo untuk para misionaris setelah menjalani karantina.

Akan tetapi, tempat sempat membatalkan praktik di Chevilly-Larue, pinggiran Paris, setelah dua anak obat menunjukkan gejala lebih parah. Cepat setelah itu Dr Chenay serupa sempat menempatkan dirinya dalam karantina selama dua pekan setelah menunjukkan gejala Covid-19.

“Jika saya membiarkan tetap praktik maka bisa jadi sarang infeksi, ” kata Dr Chenay, yang berlaku dengan tongkat dan kini sudah kembali sehat.

Dr Christian Chenay di kediamannya (New York Post)

Bersumber dari Angers di Prancis barat, Dr Chenay bekerja sebagai pakar las sebelum menjadi dokter. Tempat memenuhi syarat sebagai ahli radiologi sebelum mengambil praktik umum. Putranya, yang juga seorang dokter, sudah pensiun.

Dia mengatakan kurangnya kesiapan Prancis untuk menghadapi pandemi global telah membuatnya frustrasi. Dia merasa miris karena lonjakan pasien yang tak terkendali.

“Kami merasa tidak berdaya. Tidak ada perawatan, kami tak memiliki cara untuk mengetahui sapa yang sakit dan siapa yang tidak, ” paparnya.

Banyak pasiennya mengatakan mereka berjuang untuk bisa berobat ke sinse di Chevilly-Larue. Bayangkan hanya 3 dokter tersedia untuk perbandingan jumlah populasi sebanyak 19 ribu. Penderita harus mengantre lebih awal untuk menemui Dr Chenay, yang berkomitmen akan menemui 20 pasien baru. “Para dokter juga kebanjiran pasien, ” katanya.

Bahkan, tanpa peduli dengan kesehatannya tunggal, dia bahkan tidak mengenakan perspektif selama konsultasi. Padahal Dr Chenay tahu betapa berbahayanya virus Korona untuk lansia termasuk dirinya sendiri. Meski begitu, Dr Chenay tetap memberikan nasihat kepada para lansia di panti jompo agar langsung waspada terhadap penularan virus Korona.

Saksikan gambar menarik berikut ini: