Polri Siap Usut Kasus Teror ke Panitia Diskusi ‘Pemecatan Presiden’

Polri Siap Usut Kasus Teror ke Panitia Diskusi ‘Pemecatan Presiden’

JawaPos. com – Polri menyatakan siap mendarat tangan dalam kasus dugaan teror dan intimidasi kepada mahasiswa panitia diskuso Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Polri menegaskan jadi melakukan penegakkan hukum dalam tentang tersebut.

“Polri siap mengusut teror yang dialami oleh Mahasiswa UGM yang menjadi badan diskusi apabila ada yang dirugikan, ” kata  Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (31/5).

Kendati demikian, sampai saat ini belum ada laporan yang diterima polri untuk kasus tersebut. Namun, Korps Bhayangkara sudah mulai melakukan penyelidikan untuk mencari kebenaran adanya kesibukan teror tersebut.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Jogjakarta selaku pengelola diskusi publik bertajuk ‘Persoalan Pelepasan Presiden Di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’ dikabarkan memiliki intimidasi dan peretasan akun Whatsapp. Selain itu, Guru Besar Asas Tata Negara UII Nimatul Huda yang diundang sebagai narasumber juga mendapat perlakuan sama.

Kabar ini dibenarkan oleh Penasihat Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM, Oce Madril. “Iya sungguh, ” kata dia kepada JawaPos. com, Jumat (29/5).

Sementara itu, Staf Divisi Pendalaman Indonesia Corruption Watch (ICW) Alas Alamsyah mengecam adanya intimidasi itu. Dia mendesak agar Polri cepat melindungi warganya yang mendapat teror dan ancaman.

Menurutnya, konstitusi Indonesia menjamin hak pada setiap orang untuk berpendapat dan berkomunikasi serta menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang ada. “Pemberangusan hak ini adalah pembangkangan terhadap konstitusi, ” ucapnya.

Saksikan video mengakui berikut ini: