PSSI Bisa Bernapas Lega karena Dapat Bantuan Rp 7, 7 Miliar dari FIFA

PSSI Bisa Bernapas Lega karena Dapat Bantuan Rp 7, 7 Miliar dari FIFA

JawaPos. com – Jalan segar menerpa PSSI di sedang masa sulit karena deraan pandemi korona. Induk persepakbolaan tanah cairan itu punya harapan mendapat kucuran dana bantuan dari FIFA.

FIFA mencairkan dana total USD 150 juta atau sekitar Rp 2, 3 triliun. Dana tersebut akan diluncurkan kepada 211 anggotanya yang merasakan krisis finansial akibat pandemi korona. PSSI dikabarkan mendapat bagian cukup besar. Yaitu, USD 500 ribu atau selaras Rp 7, 7 miliar.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan, sebagai induk tertinggi persepakbolaan dunia, membantu anggota yang membutuhkan sudah menjadi keharusan. ’’Dimulai dengan memberikan bantuan langsung kepada aliansi anggota yang mengalami kesulitan, ’’ katanya dalam laman resmi FIFA.

Exco PSSI Yoyok Sukawi mengaku sangat bersyukur secara adanya bantuan dari FIFA tersebut. ’’Apalagi di saat sulit serupa ini, ’’ ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Ya, bantuan tersebut bak menjumpai air di gurun pasir di dalam situasi seperti saat ini. PSSI sendiri sebelumnya menangguhkan kompetisi mematok 29 Mei. Jika kondisi tak berubah, apalagi memburuk, penghentian perlombaan bisa dilakukan.

Saat ini, liga-liga sepak bola dalam dunia terpaksa vakum karena persebaran korona yang belum juga beradu. Bahkan, Eredivisie Belanda memutuskan buat menghentikan kompetisi dengan tidak ada tim juara. Sementara itu, pada Indonesia, Liga 1 baru melakukan tiga pekan dan Liga dua baru satu pekan.

Lantaran liga distop, atas petunjuk PSSI, klub-klub memangkas gaji pemeran. Berdasar imbauan dari federasi, asosiasi bisa membayar gaji pemainnya suntuk 25 persen dari nilai persetujuan. Mayoritas klub membayar 25 obat jerih. Namun, kenyataannya, ada juga yang membayar lebih kecil. Persita Tangerang hanya memberikan gaji sebesar 10 persen mulai April. Selain tersebut, kebijakan pemotongan gaji dilakukan untuk pelatih dan ofisial tim nasional.

Kucuran dana mau sangat membantu untuk mendukung operasional organisasi. Yoyok menyebutkan, pihaknya bahan mengalokasikan dana sesuai arahan FIFA. Terutama untuk mendukung operasional organisasi. Pria yang juga menjabat CEO PSIS Semarang itu menegaskan, pemberian yang didapat bukan untuk sumbangan klub-klub. ’’Dana dari FIFA buat operasional dan kampanye PSSI bertemu pandemi Covid-19. Subsidi atau untuk hasil usaha itu tugas PT LIB, bukan PSSI, ’’ tegasnya.

Yoyok menambahkan, pihaknya masih berkonsultasi dengan FIFA buat detail pengalokasian dana bantuan itu.

Karena kesulitan keuangan, beberapa hari lalu sempat berputar surat yang isinya PSSI menodong dana pembayaran subsidi kepada LIB sebesar Rp 10 miliar. Surat tersebut bernomor 1049/UDN/613/IV-2020 yang dikirim dari PSSI ke LIB pada 7 April.

Surat itu menyebutkan bahwa PSSI membutuhkan dana untuk pembiayaan oprasional era ini. Plus ditulis juga penghasilan dari pihak ketiga tertunda kausa korona. Karena itu, PSSI menodong LIB melaksanakan pembayaran subsidi sebesar Rp 10 miliar ke rekening Bank Mandiri atas nama PSSI.

Surat tersebut ditandatangani Ketua PSSI Mochamad Iriawan. Akan tetapi, keberadaan surat itu dibantah Direktur Utama LIB yang juga Pemangku Ketua Umum PSSI Cucu Somantri.