PUPR Gelontor Dana Triliun Rupiah Bangun Infrastruktur di KIT Batang

PUPR Gelontor Dana Triliun Rupiah Bangun Infrastruktur di KIT Batang

JawaPos. com – Provinsi Jawa Tengah bakal memiliki kawasan industri terbaru yang diharapkan bisa memberi kontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang memiliki luas areal keseluruhan 4. 300 hektare, kini tengah dikebut pembangunan infrastruktur penunjangnya baik akses jalan, pasokan air baku maupun pemukiman untuk pekerjanya.

Mega proyek bernilai triliunan rupiah ini untuk tahap awal dikembangkan areal seluas 450 hektare. Proyek yang dikembangkan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PTPN IX, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) serta Perumda Aneka Usaha Batang Regency ini disebut-sebut telah diminati investor asing maupun lokal.

Salah satunya, perusahaan raksasa LG Chem asal Korea Selatan yang berencana mengembangan pabrik pengolahan bahan baku baterai mobil listrik di atas areal seluas 150 hektare. Bukan itu saja, sejumlah perusahaan kaca dari negeri Ginseng ini disebut-sebut juga akan masuk ke KIT Batang.

Guna mendukung prasarana kawasan industri, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) secara simultan terus melakukan pembangunan infrastruktur yang akan mendukung kawasan industri, meliputi akses jalan menuju kawasan industri, baik lewat tol Trans Jawa maupun jalan reguler. Untuk kebutuhan air, kini terus dikembangkan bendungan yang akan memasok kebutuhan air baku sepanjang musim kemarau kawasan industri.

Penyediaan infrastuktur di kawasan industri menjadi kebutuhan utama sehingga memperlancar arus produksi dan pengiriman barang ke luar kawasan. Untuk pengembangan sarana jalan sepanjang 2 tahun anggaran (TA 2020 dan 2021) Kementerian PUPR mengalokasikan dana sekitar Rp 1, 91 triliun meliputi pengembangan 50 kilometer jalan di areal maupun akses jalan menuju kawasan industri.

Untuk menuju kawasan industri, ada dua akses jalan yakni jalan nasional non tol serta melalui akses jalan tol Trans Jawa lewat pintu tol Grinsing. Untuk akses tol, PT Jasa Marga telah menyelesaikan pembangunan sepanjang 3, 1 kilometer dengan investasi sekitar Rp 200 miliar. “Pengembangan akses tol Grinsing untuk mendukung KIT Batang telah tuntas. Kita tinggal menunggu perintah untuk pengoperasiannya, ” kata Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Prajudi.