Respons Sri Mulyani Terkait Kajian Pembukaan PSBB Bertahap

Respons Sri Mulyani Terkait Kajian Pembukaan PSBB Bertahap

JawaPos. com – Kajian pembukaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara bertahap yang diterapkan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mendapatkan tanggapan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Dia menyebutkan bahwa kemungkinan tersebut dapat saja terjadi.

Kata dia, rencana tersebut masih terus dilakukan pengkajian di mana ketika ini difokuskan kepada penanganan penyebaran Covid-19 terlebih dahulu. Jika kurva pergerakan Covid-19 sudah mulai terkendali, rencana tersebut dapat diterapkan.

Pasalnya, disisi lain pemerintah juga ingin mengurangi dampak kepada perekonomian Indonesia. Maka dari itu, kajian awal terhadap pembukaan PSBB secara bertahap dicanangkan.

“Jadi artinya bapak presiden dan kabinet akan liat seluruh langkah dari berbagai aspek dan liat data dalam penanganan penyebaran Covid-19. Ini untuk bisa memberikan ruang interaksi sosial dan ekonomi dengan apa yang disebut new normal, ” ungkapnya dalam telekonferensi pers, Senin (11/5).

Apalagi, saat ini beberapa negara juga ada yang akan dan telah membuka akses dan menghentikan pembatasan aktivitas di luar rumah. Salah satunya di benua Eropa.

“Nah inikan berbagai negara juga sudah melakukan atau maka akan lakukan. Kalo saya liat pada Eropa mereka akan lakukan, pada Ingris, Jerman, Perancis. Bahkan negara-negara seperti di Italia, Spanyol dengan kriteria-kriteria tertentu, ” ujarnya.

Selain itu, Menkeu juga menuturkan bahwa pihaknya melihat dri aspek keagamaan. Di mana saat ini, melaksanakan ibadah pun dibatasi.

“Kita liat dri sisi interaksi sosial yang dibatasi menyebabkan yang selama ini buat lakukan ibadah secara bersama tersebut juga ikut terbatasi. Jadi kita akan liat berdasarkan itu, ” jelasnya.

Sebagai informasi, beredar kabar di tengah masyarakat bahwa Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan beberapa fase pembukaan PSBB, antara lain:

Fase 1 pada 1 Juni
Industri dan jasa dapat beroperasi dengan protokol kesehatan Covid-19. Pusat berbelanjaan atau mal belum boleh beroperasi, kecuali toko penjual masker dan fasilitas kesehatan.

Fase 2 pada 8 Juni
Mal boleh beroperasi seperti semula (toko-toko boleh buka), namun dengan protokol kesehatan Covid-19. Toko atau usaha yang ada kontak fisik seperti salon, spa, dan sejenisnya belum boleh beroperasi.

Fase 3 pada fifteen Juni
Mal tetap misalnya fase 2, namun ada evaluasi pembukaan salon, spa, dan lain-lain. Namun, tetap dengan protokol kesehatan Covid-19. Sementara, sekolah dibuka namun dengan sistem shift.

Fase 4 pada 6 Juli
Terdapat evaluasi pembukaan pekerjaan ekonomi, di antaranya resto, coffee shop, gym, dan lain-lain. Sementara journeying dan kegiatan ibadah diperbolehkan dengan jumlah jamaah yang dibatasi.

Fase 5 pada twenty dan 27 Juli
Pemerintah akan mengevaluasi pembukaan kegiatan sosial dalam skala besar. Hingga akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka.

Saksikan video menarik berikut ini: