Seleksi Hitam-Putih agar Lebih Dramatis

Seleksi Hitam-Putih agar Lebih Dramatis

JawaPos. com – Setiap karya seni kerap kali berangkat dari pengalaman personal kreatornya. Seniman M. Muhaimin membaca, karakteristik karya seni memang penuh dipengaruhi berbagai latar belakang artis. Entah itu pengalaman masa kecil, remaja, ataupun saat dewasa.

’’Semua itu memengaruhi itu dalam menciptakan karya. Begitu kendati saya, ’’ kata pria yang akrab disapa Qimin itu kemarin (23/4).

Pengalaman individual alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya itu pun yang membuatnya menciptakan karya-karya ekspresionisme monokrom tentang berbagai problematika manusia. ’’Karya saya berangkat dari permasalahan manusia yang sulit dipecahkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya korban kekerasan wujud atau kasus aborsi, ” lanjutnya. Bagi Qimin, masalah seperti itu mengakibatkan mental illness .

Dia menerangkan, permasalahan tersebut sering ditemukan pada kehidupan sehari-hari dan akhirnya Qimin tertarik menuangkannya ke lukisan. ’’Saya tertarik dengan psikologis manusia, kok ada depresi misalnya. Ternyata sungguh ada latar belakang kenapa seseorang ngerasa trauma. Saya menemukan persoalan-persoalan ini di lingkungan terdekat, ’’ urai pelukis kelahiran Sidoarjo tersebut.

Sejak 2016, Qimin pokok dengan objek akar. Menurut dia, akar merefleksikan manusia. ’’Akar juga merupakan simbol kegagahan dan kekukuhan. Orang harus bertahan hidup layaknya akar. Akar harus melewati bebatuan dan penghalang lain, ” paparnya. Begitu pula manusia yang kudu melewati rintangan untuk meneruskan hidup.

Selain akar, pria kelahiran 1992 itu menghadirkan figur-figur lain. Seperti perempuan berwajah murung, laki-laki yang meringkuk, dan manusia yang terperangkap. Visual tersebut tempat temukan lewat observasi serta kajian yang mendalam.

Istimewa karya Qimin terlihat dari goresan detail serta warnanya yang monokrom. Menurutnya, dia menciptakan garis detail secara intuitif. Ini juga terpengaruh dari pengalaman personal. ’’Warna hitam-putih saya pilih karena bisa menghasilkan lebih dramatis. Merefleksikan suasana orang yang sedih, putus asa, atau tertekan, ’’ terangnya.

Di sisi lain, lewat karya-karyanya, Qimin ingin menunjukkan bahwa orang-orang yang tersakiti tidak selamanya berputus asa. Mereka mampu bangkit & berjalan meski dengan trauma. ’’Saya sendiri salut kepada semua dengan punya masa lalu kelam tapi masih berdiri sampai saat tersebut, ’’ pungkasnya.