Tahan Habib Rizieq, Polri: Agar Nggak Lari

Tahan Habib Rizieq, Polri: Agar Nggak Lari

JawaPos. com – Penyidik Polda Metro Jaya memutuskan menahan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Dia ditahan selama 20 hari ke depan. Terhitung sejak 12-31 Desember 2020.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penahanan dilakukan bersandarkan pertimbangan matang penyidik. Alasannya ada dua. Yakni objektif dan subjektif.

“Untuk objektik intimidasi pidananya 6 tahun. Untuk subjektif agar pertama nggak lari, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan, ” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12) dini hari.

Argo menuturkan, dalam pemeriksaan kesempatan ini, Rizieq dicecar 84 perkara oleh penyidik terkait kerumunan di cara pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat. Adapun pemeriksaan Rizieq telah selesai pada Sabtu (12/12) pukul 22. 00 WIB.

“Setelah selesai diperiksa membacakan kembali BAP dan ada kaum yang diperbaiki dan ditambahai sebab tersangka, kita layani dengan indah, ” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jawa menetapkan 6 orang tersangka terkait kasus gerombolan massa di acara pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Agama islam (FPI) Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Jakarta Was-was. Penetapan tersangka ini turut menyerat beberapa nama besar.

Mereka yang ditetapkan sebagai simpulan yaitu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) selaku penyelenggara, Ketua Umum FPI Shabri Lubis (SL) selaku penanggung jawab acara, Haris Ubaidillah (HU) selaku Ketua Panitia, Ali bin Alwi Alatas (A) selaku Sekretaris Panitia, Panglima LPI Maman Suryadi (MS) sebagai penanggung jawab kesejahteraan, dan Habib Idrus (HI) jadi kepala seksi acara.

Baca juga: Dijebloskan ke Penjara, Rizieq Shihab: Perjuangan Jalan Tetap

“6 orang kita tingkatkan status hukumnya dari bukti menjadi tersangka, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (10/12)

Yusri mengatakan, penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar kejadian pada 8 Desember 2020. Di dalam kasus ini Rizieq dikenakan urusan 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP. Sedangkan 5 tersangka yang lain dijerat Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Saksikan video menarik berikut ini: