Tersangka Atas Kasus Sejak 2018, Advokat: Kriminalisasi Habib Bahar

Tersangka Atas Kasus Sejak 2018, Advokat: Kriminalisasi Habib Bahar

JawaPos. com – Aziz Yanuar kuasa hukum Bahar bin Smith, menilai banyak keganjilan atas kembali ditetapkan tersangka kliennya terkait dugaan kasus penganiayaan. Pasalnya kasus yang terjadi di kediaman keluarga Bahar sejak 2018 tersebut sudah diselesaikan kedua pihak dengan perdamaian.

“Kasus daripada 2018 sudah ada perdamain, telah ada pencabutan LP, ” cakap Aziz Yanuar seperti dikutip Pojoksatu (Jawa Pos Group) , Rabu (28/10).

Yanuar mengatakan, penetapan tersangka kliennya itu merupakan kasus yang dipaksakan pihak terkait sebagai upaya pembungkaman terhadap kliennya. “Ini bukan pembungkaman lagi tapi kriminasasi Habib Bahar. Sangat nyata, ” ujar Termulia Yanuar.

Harusnya, sebutan Yanuar, secara UU pihak kepolisianmemberikan jaminan kepada kliennya apalagi bagian pelapor sudah tidak memperkaran sedang kasus tersebut alias berdamai.

“Ketika pihak pelapor serta terlapor sudah bersepakat dan ngerasa adil ketika kasus tidak dilanjutkan. Maka, pihak kepolisian tak bisa memaksa, ” ujarnya.

Pendakwah Bahar bin Smith kembali terjerat kasus dugaan penganiayaan. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat atas kasus pemerasan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi membenarkan penetapan tersangka Bahar. Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor itu ditetapkan tersangka dalam surat Nomor B/4094/X/2020/Ditreskrimum per 21 Oktober 2020

Pasal yang disangkakan pada Bahar yaitu Pasal 170 & 351 Kitab Undang-Undang Hukum Kejahatan (KUHP) dengan tempat kejadian di Bogor, Jawa Barat. “Betul, hasil gelar telah ditetapkan simpulan, ” kata Patoppoi saat dikonfirmasi.