Tiba Uji Coba Sekat Pelindung Ojek Online

Tiba Uji Coba Sekat Pelindung Ojek Online

JawaPos. com – Operator ojek online (ojol) & taksi online (taksol) meningkatkan keamanannya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Gojek misalnya, mulai minggu ini mengujicobakan penggunaan sekat pelindung. Sekat itu berfungsi untuk meminimalisasi penyebaran virus melalui droplet. Sekat ini juga dipasangkan pada armada roda 4 GoCar.

Vice President Strategic Regional Head Gojek Jatim Bali Nusra Leo Wibisono mengatakan, setelah uji coba ini, pihaknya akan mengolah masukan yang didapat di lapangan. Baik dari mitra driver maupun penumpang. “Nantinya tercipta suatu standar yang benar-benar berharta menjawab kebutuhan riil. Ditinjau lantaran aspek kesehatan, maupun keamanan, serta kenyamanan saat berkendara di timah, ” katanya dalam siaran pers, Senin (29/6).

Pemisah pelindung pada GoRide akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota operasional utama di Indonesia. Selebihnya, sebanyak 15. 000 sekat pelindung di GoCar siap dipasang secara berantara mulai pertengahan Juni. Sebelumnya, pemisah pada GoCar telah terpasang di dalam lebih dari 1. 000 armada di Jakarta dan Semarang.

Sekat pengaman di mobil Gocar, Jumat (26/6). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Di luar itu, Gojek juga menyediakan fitur posisi suhu tubuh dan kebersihan organ pada aplikasi. Melalui fitur itu, pengguna dapat mengetahui suhu awak dan kebersihan kendaraan mitra driver saat memesan layanan GoRide & GoCar, layanan logistik dan pesan-antar makanan GoFood. Dengan standar kebahagiaan ini diharapkan baik penumpang maupun driver sama-sama dapat melakukan penjelajahan dengan lebih nyaman dan damai.

Sementara itu operator transportasi online asal Surabaya Nujek juga bersiap menambahkan sekat di armada layanan roda dua (NuRide) dan roda empat (NuTaxi). “Perkiraan Agustus baru mulai ada penyekat menuju new normal, ” sekapur CEO Nujek Mochammad Ghozali. Buat sementara ini, Nujek menganjurkan driver untuk menggunakan jaket, masker, helm dan sarung tangan. Tentu dengan dilengkapi hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh sebelum melayani penumpang.

Penumpang, imbuh Ghozali, dianjurkan untuk membawa helm SNI sendiri. Hal serupa juga dilakukan oleh Gojek. Jika salah kepala dari penumpang atau pun driver tidak mengenakan helm atau kedok, maka salah satu pihak mempunyai membatalkan perjalanan.

Contoh sekat pendamai yang dipasang di armada Gojek, Jumat (26/6). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)