Tiongkok Diserang Penyakit Baru, Remaja Melorot Sakit Usai Makan Marmot

Tiongkok Diserang Penyakit Baru, Remaja Melorot Sakit Usai Makan Marmot

JawaPos. com – Pandemi virus Korona belum juga usai, Tiongkok menghadapi kasus penyakit lainnya. Jika Covid-19 ditularkan dari kelelawar, kali ini ada 2 kasus ditemukan setelah cukup umur jatuh sakit usai mengonsumsi seekor marmut mentah.

Dilansir dari Mirror, Senin (6/5), keburukan itu disebut dengan penyakit sampar yang umumnya disebabkan oleh tikus. Wabah pes dikaitkan karena seorang remaja makan daging marmot remaja. Remaja laki-laki berusia 15 tahun itu pun dirawat di vila sakit.

Pada Sabtu (4/7), Tiongkok membunyikan tanda waspada yang terjadi di wilayah otonomi Mongolia, tepatnya di Kota Bayannur. Wilayah itu diberi label keterangan tingkat ketiga.

Kekangan perburuan dan makan hewan hijau yang bisa membawa wabah sudah diatur. Setiap orang diwajibkan mengadukan dugaan kasus wabah atau demam tanpa sebab yang jelas serta melaporkan setiap marmot yang lara atau mati.

Dua orang meninggal akibat wabah dalam wilayah itu pada tahun berserakan setelah tertular penyakit akibat mematikan daging mentah marmot atau sejenis tikus.

Kasus saat ini, Pansoch Buyainbat, seorang taruna laki-laki berusia 15 tahun lantaran Ulaankhus soum di Mongolia dibawa ke rumah sakit setempat setelah makan daging marmot yang diburu oleh seekor anjing. Dia dilaporkan menderita demam tinggi.

Tak hanya remaja itu, tetapi ada juga 2 orang pria lainnya yang berusia 27 tarikh dan saudara lelakinya, 17. Mereka berada di rumah sakit serta dalam kondisi stabil. Pansoch Buyainbat dan saudaranya dirawat di rumah sakit terpisah di Provinsi Khovd. Komisi kesehatan Kota Bayannur mengutarakan pasien dalam kondisi stabil.

Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, mengatakan mengonsumsi daging marmot mentah selama ini dianggap sebagai obat tradisional. Namun marmot dikenal sebagai pembawa bakteri pagebluk. Menurut WHO, wabah pes adalah penyakit bakteri yang disebarkan oleh kutu yang hidup di hewan pengerat liar dan dapat mematikan orang dewasa di bawah 24 jam. Peringatan kesehatan lokal terbaru di wilayah Bayannur akan bersambung hingga akhir 2020.

“Saat ini, ada risiko epidemi wabah manusia menyebar di kota ini, ” demikian pernyataan sejak otoritas kesehatan setempat.

“Masyarakat harus meningkatkan kesadaran & kemampuan perlindungan diri, dan lekas melaporkan kondisi kesehatan abnormal, ” kata WHO.

Tahun lalu, sepasang suami istri meninggal karena wabah pes di provinsi Bayan-Ulgii di Mongolia barat setelah makan daging mentah. Berita tentang wabah pes muncul dengan lekas setelah para peneliti Tiongkok khawatir akan potensi pandemi lain.

“Saat ini kita padahal terganggu dengan Coronavirus. Tapi kita tidak boleh melupakan virus anyar yang berpotensi berbahaya, kita tak boleh mengabaikannya, ” tegas  Prof Kin-Chow Chang, yang bekerja di Universitas Nottingham, kepada BBC.

Saksikan video memikat dibawah ini: