Vaksinasi Covid-19 Berbayar Pancing Kehebohan, Akhirnya Ditunda

Vaksinasi Covid-19 Berbayar Pancing Kehebohan, Akhirnya Ditunda

JawaPos. com – Pandemi Covid-19 telah merebak lebih dibanding setahun mengganggu semua tatanan tak hanya kesehatan sekadar tetapi juga politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga pegangan.

Para sarjana telah mengembangkan beragam vaksin untuk melawan virus corona agar aktivitas masyarakat mampu kembali normal. Indonesia telah mengimpor vaksin dari sejumlah negara bekerja sama secara perusahaan farmasi pelat merah Bio Farma dan Kimia Farma.

Pemerintah memasang target total vaksinasi Covid-19 sebanyak 181, 5 juta jiwa, namun saat ini jumlah penduduk yang telah mendapatkan layanan vaksin baru menyentuh angka 15 juta jiwa.

Realisasi kegiatan vaksinasi yang masih rendah membuat pemerintah melakukan dua kali perbaikan aturan tentang program vaksinasi dari yang awalnya vaksin gratis, lalu berubah menjelma vaksin gotong royong perusahaan, kemudian berkembang lagi menjadi vaksin gotong royong individu yang berbayar. Revisi peraturan itu diklaim untuk memacu kegiatan vaksinasi Covid-19.

Vaksin gotong royong awalnya dirancang untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan dalam melaksanakan vaksinasi kepada para karyawan supaya mereka dapat kembali bergerak tanpa perlu khawatir tertular virus korona. Perusahaan mengambil vaksin dari pemerintah dengan dikoordinasikan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin), berarakan vaksin itu diberikan pada para karyawan.

Rincian harga vaksin sebesar Rp 375. 000 secara biaya penyuntikan Rp125 ribu per dosis. Vaksin Covid-19 harus dua kali injeksi, sehingga total uang yang harus ditanggung perusahaan mencapai Rp1 juta per pegawai.